{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Komite Pengawas Lingkungan Hidup Indonesia Kepulauan Riau ( KPLHI Kepri ) yang di gawangi Evi, kembali siap meluncurkan kegiatan terbaru mereka menjelang peringatan Hari Bumi mendatang setelah sebelumnya sukses mengadakan seminar penegakan hukum lingkungan pada 28 Februari 2017 di Gedung LAM Batam.

Untuk selanjutnya, KPLHI akan menggandeng elemen LSM dan masyarakat membentuk sebuah kepantiaan bersama. Saat ini unsur yang sudah masuk dalam kepanitiaan tersebut adalah organisasi PETA ( Pembela Tanah Air ), LPM Muka Kuning, Densus 88 BPAN Aliansi Indonesia, masyarakat setempat sekitar hutan wisata muka kuning dan beberapa aktifis lingkungan.

“ Ini kegiatan untuk bersama, hasilnya nanti juga untuk kita bersama yaitu berupa terjaminnya ketersediaan air dan hutan sebagai warisan bagi anak cucu kita ke depan nanti. Bukan anak cucu saya saja, anak cucu semua kita yang hidup di Batam ini. “ demikian Evi menjelaskan kepada kru media ini.

Konsentrasi pengumpulan bibit saat ini sudah di laksanakan di wilayah Pintu masuk hutan wisata Muka Kuning. Tidak kurang dari ratusan bibit di kumpul dan di pelihara guna mendukung program sejuta pohon untuk Kepri ini. Ini masih belum terhitung ribuan bibit lain yang masih tersimpan di Sekretariat KPLHI Kepri di kawasan Bengkong Nusantara yang siap untuk di berangkatkan untuk ditanami.

Konsep penanaman juga berbeda dengan konsep penghijauan yang selama ini di kenal menanam di tepi jalan dan di lahan gersang. “ Kita akan menanam di jantung hutan yang sudah di rusak oleh penebang penebang liar yang tidak bertanggung jawab. Konsep kita adalah merehabilitasi hutan supaya tidak bertambah rusak dan kita pulihkan kembali dengan harapan keseimbangan ekosistem dapat terjadi kembali di hutan Kota Batam. Kan lucu kalau melihat burung sekarang cari makan ke warung, tidak di hutan.” Demikian evi menjelaskan.

Selain itu Evi juga berencana untuk mendatangkan Ully Sigar Rusady yang juga merupakan artis dan aktivis lingkungan guna memeriahkan acara peringatan hari bumi tersebut. “ Dengan mendatangkan The Ully kita berharap agar suara untuk menjaga hutan Batam dapat semakin terdengar oleh seluruh lapisan masyarakat. Jika suara kita sendiri, paling keluarga dan teman teman yang dengar. Tapi suara artis, mungkin pejabat dan pemangku kebijkan masih mau dengarlah. “ kembali Evi menjelaskan sembari merendahkan diri.

( Arif )
 
Top