{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Menilai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gustian Riaum tidak memiliki etika, Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi kemasayarakatan Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Provinsi dan Kota Batam menggelar aksi ke Kantor Wali Kota Batam, guna meminta kepala dinas tersebut dicopot dari jabatannya, Senin (27/3/17). 

 
Penggerak aksi demo Saparudin Muda dalam aski tersebut mengatakan, Gustian Riau tidak layak lagi untuk memimpin DPMPTSP karena mengirimi stafnya yang sedang sakit berupa Buah Nenas muda dan Ubi Jalar. Menurut pendiri Perpat itu, apa yang dilakukan oleh Kadis DPMPTSP itu tidak beretika dan seakan mengejek stafnya yang sedang sakit.

" Stafnya itu adalah anggota Perpat, dia itu termasuk Srikandi Perpat, itu Gustian Riau sama saja dengan menghina Perpat, marwah kami dilecehkannya. Kami meminta Wali kota Batam Rudi untuk memecatnya," ujar Saparudin dengan kesal.

Dalam aksinya massa Perpat turut membawa celana dalam dan bra wanita untuk dihadiahkan kepada Gustian Riau.

Perwakilan massa Perpat yang mencoba menjumpai Gustian Riau di Kantornya, ternyata tidak berhasil menjumpai kepala Dinas pengumpul pundi-pundi pemasukan Pemerintah Kota Batam itu.

Saparudin mengaku akan terus melakukan demo hingga bertemu Gustian Riau, guna menanyakan maksud dari kepala DPMPTSP yang juga Ketua Persatuan perfilman Indonesia (PARFI) Kepri tersebut.

" Jika tidak bertemu hari ini, kami akan mendatangi ke rumahnya," ujar Saparudin menambahkan.

Rdk
 
Top