{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Enam remaja digaruk Satpol PP saat sedang asik teler menegak minuman oplosan air mineral dan obat batuk. Tidak tanggung-tanggung, tiga kotak obat batuk warna hijau merk komix berisi 90 sachet diamankan tim razia Satpol PP Kabupaten Natuna, Sabtu malam (18/3/17).

Keenam remaja ini yakni, BN (18), RD (18) warga Pering. Keduanya remaja putus sekolah. Kemudian YG (15), RK (16), AG (16) serta FB (18), yang masih tercatat sebagai pelajar salah satu sekolah menengah atas di Ranai.

Kabid Tramtib dan Penegak Perda Satpol PP Natuna, Wendriadi yang dihubungi melali sambungan telepon mengatakan pihaknya menemukan keenam bocah ini di pinggir Pantai Belakang Bank Riau-Kepri, JL DKWM Benteng, Ranai, sekitar pukul 22.30 WIB, malam itu.

"Mereka mengelak dan sempat membuang obat-obat batuk Komix ini. Tapi akhirnya ngaku setelah diperiksa. Alasannya untuk senang-senang," ujar Wendriadi.

Satpol PP kemudian mendata para remaja ini.  Mereka akhirnya diserahkan kepada orangtua masing-masing. Satpol PP juga menyurati pihak sekolah.

Fenomena ngomix memang kian meresahkan di Natuna. Jejak kenakalan remaja seperti ini dijumpai di beberapa lokasi.

Bungkusan  obat sachet batuk komix, lem merk Fox hingga kondom pun acap kali dijumpai berserakan di lokasi-lokasi gelap dan sepi seperti pantai, semak-semak, hingga bangunan kosong.

Zat dextro yang terdapat dalam obat batuk Komix dalam dosis tertentu bisa membuat orang seperti melayang. Namun hal ini juga bisa membuat kerusakan jaringan otak dan perubahan prilaku.

Rata-rata kasus pencurian baik itu pembobolan rumah dan curanmor yang terjadi di Ranai dilakukan remaja, yang ternyata suka teler dengan komix.

"Kebanyakan remaja pelaku pencurian ini suka mabuk komix," ujar Brigadir S. Gea Anggota Reskrim Polsek Bunguran Timur, yang beberapa kali menangani kasus tersebut. ***
 
Top