{[["☆","★"]]}
BATAM  I KEJORANEWS.COM :  Masyarakat Kecamatan Bengkong dan Batu Ampar masih mengeluhkan adanya pungutan liar (Pungli) di sekolah tingkat Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) diwilayah mereka, hal disampaikan Firman Ucok Tambusai S.E.,M.Si Anggota DPRD Kota Batam Daerah pilihan (Dapil) 1 Bengkong Batu Ampar usai melaksanakan reses di wilayah tersebut. Senin (14/11/16).

Pria yang biasa dipanggil Ucok Tambusai ini menyebutkan, adanya pungutuan liar di sejumlah sekolah itu, karena tidak patuhnya oknum-oknum di sekolah terhadap perintah Walikota Batam Rudi. Menurut Ucok alasan yang dijadikan oknum sekolah memungut uang liar adalah kurangnya kapasitas sarana sekolah dalam menampung anak didik, yakni ruang kelas.

" Mereka oknum-oknum di Instansi Sekolah yang melakukan Pungli ini, beralasan tidak mencukupinya ruang kelas kepada warga yang ingin menyekolahkan anak-anaknya. Pungli ini biasanya terjadi saat Penerimaan Murid Baru," ujar Ucok.

Selain hal itu, Ucok menambahkan masalah kurang memadainya parit atau drainase dan perbaikan jalan atau semenisasi jalan juga menjadi keluhan masyarakat setempat.

Terkait hal itu, Ucok berharap agar Pemerintah Kota Batam dapat menindaklanjuti keluhan-keluhan warga tersebut dengan pembangunan sarana dan prasarana yang dimaksud.

" Kita berharap keluhan -keluhan masyarakat yang kami terima saat reses ini dapat ditindaklanjuti oleh Pemko Batam. Jangan hanya laporan reses saja yang kami buat, namun tidak ada tindak lanjut dari Pemko, karena kita malu setiap reses keluhan warga hanya itu-itu saja," pungkas legislator PAN ini.

Rdk
 
Top