{[["☆","★"]]}
BATAM  I KEJORANEWS.COM :  Penyambungan jalan di Bukit Kemuning yang terputus karena longsor pada awal 2016 lalu dan pembangunan drainase menjadi aspirasi masyarakat Sei Beduk kepada Mukhriyadi Anggota DPRD Batam Daerah Pilihan 3 (Nongsa, Sei Beduk, Bulang dan Galang) yang melakukan reses di wilayah itu. Senin (14/11/16).

Terkait aspirasi masyarakat itu, Muhkriyadi mengatakan pembangunan jalan yang terputus akan ia sampaikan pada sidang paripurna laporan reses, agar aspirasi masyakat terkait jalan putus itu, dapat terealisasi pembangunannya pada anggaran tahun 2017 mendatang.

" Masyarakat Bida Ayu dan sekitarnya yakni Bukit kemuning, masih meminta  agar jalan terputus itu disambung atau dibangun lagi, Insya Allah ini akan kita sampaikan dalam laporan reses agar Pemko melalui dinas barunya, yakni Dinas Cipta Karya dapat membangunnya pada 2017 mendatang," ujar Mukhriyadi.

Sedangkan terkait masalah pelebaran Drainase atau parit utama di sebelah jalan utama Sei Beduk itu,  Muhkriyadi mengaku masih sulit untuk merealisasikan aspirasi warga, pasalnya sebagian warga yang berada di Ruli Kebun Sayur masih sulit untuk dikondisikan.

" Sangat disayangkan terkait masalah drainase ini, padahal dari Kementrian Pekerjaan Umum telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp 16 milyar untuk pembangunan atau pelebaran parit itu. Dana itu akhirnya ditarik lagi ke pusat karena penolakan masyarakat kebun sayur tower untuk dipindahkan. Parit mengalami penyempitan karena adanya bangunan rumah mereka, sedangkan mereka tidak ingin untuk di pindahkan, sementara karena penyempitan parit yang menuju ke laut itu, baru-baru ini saat hujan daerah Rusun mengalami banjir. Semoga masalah ini segera ada titik temu, sayang dana Rp 16 milyar itu, jika tidka digunakan untuk pembangunan," terang legislator PKS ini.

Mukhriyadi menambahkan selain dua hal itu, masalah lain yang masih diminta masyarakat adalah semenisasi jalan perumahan-perumahan warga.

Rdk
 
Top