![]() |
| Pengerjaan Drainase Jalan Utama S Parman |
Pengerjaan saluran drainase utama ini memiliki panjang sekitar 800 meter kanan dan kiri 800 kiri, struktur Bangunan Penanganan difokuskan pada pemasangan Dinding Penahan Tanah (DPT) di sisi kiri dan kanan saluran guna mencegah longsor dan penyempitan parit.
Pengerjaan proyek dilakukan oleh PT Medani Tractorindo Perkasa dengan Anggaran Rp 15.033, 388.842, sebagai konsultan adalah CV Prima Kreasi Arsindo Consultant.
Pengerjaan proyek ini tergolong unik, selain terbentur dengan adanya pipa pembuangan air yang diduga limbah dari kawasan milik PT Batamindo Investment Cakrawala, pihak PT Medani Tractorindo Perkasa dengan Anggaran yang sama yakni sebesar Rp 15.033, 388.842, ( Rp15 miliar lebih), dan konsultan CV Prima Kreasi Arsindo juga mengerjakan pembangunan drainase di jalan dalam GMP menuju perumahan Perumnas.
![]() |
| Pengerjaan Proyek dalam GMP tembus Rusun Anggrek ke Jalan A Parman |
Dari pantauan lapangan pengerjaan proyek drainase dalam GMP tembus melalui parit dalam depan rusun Anggrek hingga ke drainase utama di jalan S Parman saat ini juga dalam pengerjaan. Namun belum diketahui apakah proyek ini menggunakan anggaran yg sama atau berbeda, pasalnya proyek drainase ini diperkirakan juga sepanjang 800 meter kanan dan kiri 800 kiri, jika ditotal menjadi 1600 meter.
Proyek drainase dalam GMP ini juga meletakkan plang proyeknya, sama dengan plang proyek yang di jalan utama.
![]() |
| Plang proyek pembangunan drainase jalan S Parman dan dalam GMP menuju Perumnas |
Cp warga setempat saat membahas masalah drainase dalam GMP dan jalan S Parman berdebat dengan warga berinisial Ae, di sebuah warung kopi di sekitar Simpang GMP Pancur. Cp menganggap proyek tersebut adalah satu kesatuan sementara Ae menilai proyek tersebut berbeda. Menurut Ae jika volumenya sama maka anggaran APBD Rp15 miliar lebih tidak cukup untuk kedua proyek tersebut. Sabtu (12/9/2026).
Terkait apakah pengerjaan saluran dua drainase ini, menjadi satu kesatuan dan satu anggaran sebesar Rp15 miliar masih belum pasti. Tim media ini yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Kepri mencoba menghubung pihak Dinas BMSDA guna konfirmasi. Namun Sekretaris Dinas BMSDA, Wan Taufik yang dihubungi, tidak menanggapi meski telah membaca pesan WA yang dikirimkan tim media ini.
Red



Posting Komentar