Di satu sisi ada nama Amsakar Achmad, Wali Kota Batam sekaligus Ketua Umum MD KAHMI Batam saat ini. Di sisi lain muncul Riama Manurung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam yang juga tercatat sebagai Dewan Pakar KAHMI Batam. Keduanya kini berada dalam posisi yang berhadap-hadapan untuk memperebutkan kepemimpinan KAHMI Batam.
Riama secara terbuka mendapat dukungan dari jaringan Jong Sumatera KAHMI untuk maju sebagai calon Ketua Umum/Presidium MD KAHMI Batam periode 2026–2031. Dukungan tersebut membuat peta kontestasi menjelang Musda VI semakin dinamis.
Ketua Jong Sumatera KAHMI, Firman, menegaskan bahwa dukungan kepada Riama bukan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, pencalonan tersebut merupakan hasil aspirasi dan konsolidasi sejumlah alumni HMI yang menginginkan kepemimpinan KAHMI Batam semakin solid, komunikatif, serta mampu merangkul berbagai elemen alumni.
“Jong Sumatera KAHMI bersama jaringan yang ada memberikan dukungan kepada Ibu Riama Manurung untuk maju sebagai calon Ketua Umum/Presidium MD KAHMI Kota Batam periode 2026–2031,” ujar Firman.
Ia menyebut pengalaman organisasi Riama menjadi salah satu pertimbangan dalam pencalonan tersebut. Dukungan itu sekaligus membawa pesan bahwa sebagian alumni menginginkan adanya penguatan konsolidasi internal serta peningkatan kontribusi KAHMI terhadap masyarakat dan pembangunan Batam.
“Yang kami dorong adalah bagaimana KAHMI ke depan bisa semakin solid, mampu menyatukan potensi alumni dan memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat serta pembangunan Kota Batam,” katanya.
Di kubu lainnya, nama Amsakar Achmad masih menjadi figur sentral dalam bursa kepemimpinan KAHMI Batam. Amsakar disebut siap kembali maju sebagai Ketua Umum, meskipun proses pencalonan tetap mengikuti tahapan resmi Musda.
Ketua Organizing Committee (OC) Musda KAHMI Batam, Muliadi, sebelumnya menjelaskan bahwa Musda merupakan agenda lima tahunan untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan sekaligus memilih kepemimpinan baru. Pendaftaran calon Ketua Umum maupun Ketua Presidium telah berlangsung pada 14–16 September 2026.
“Untuk periode sekarang itu ketua umum modelnya presidensial,” kata Muliadi.
Namun, format tersebut belum tentu menjadi model yang bertahan untuk lima tahun mendatang. Peserta Musda akan menentukan apakah kepemimpinan tetap menggunakan sistem presidensial atau berubah menjadi model presidium.
Pada akhirnya, siapa pun yang mendapatkan mandat akan ditentukan oleh mekanisme Musda dan peserta yang memiliki hak suara. Yang jelas, persaingan kali ini membuat Musda VI KAHMI Batam bukan lagi sekadar agenda pergantian kepengurusan.
Musda rencana nya akan digelar pada Sabtu besok (19/9/1026) di Swiss-Belhotel Barbour Bay, Batu Ampar
Rilis

Posting Komentar