![]() |
| Wakil Wali Kota Banjar, Kemenag Banjar, Ketua FKUB, Staf Ahli, Kepala Kesbangpol dan Kepala Dispora |
Acara dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, serta Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama kestabilan dan kemajuan Kota Banjar. Ia mengapresiasi peran FKUB sebagai garda terdepan dalam menjaga kedamaian sekaligus membangun kesepahaman di tengah keberagaman.
"Keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan kita. Moderasi beragama harus terus kita tanamkan agar tidak mudah terprovokasi, dan kerukunan tetap terjaga demi kesejahteraan seluruh warga Kota Banjar," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, S.E., M.M., menyampaikan bahwa upaya memperkuat moderasi beragama memerlukan sinergi dari semua pihak — pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Kegiatan ini, kata dia, adalah bagian dari upaya merawat kerukunan antarumat beragama.
"Harapannya, dengan penguatan ini kita bisa saling mengetahui dan saling memahami bagaimana moderasi agama itu kita jalankan secara baik menurut pemahaman dari agama masing-masing. Untuk mencapai kerukunan, kegiatan seperti ini harus sering diadakan. Karena dengan sering silaturahmi, kita akan saling mengenal, dan ketika ada permasalahan kita bisa meminimalisir sedini mungkin — selaras dengan program Kemenag yaitu sistem pencegahan dini permasalahan keagamaan," tegasnya.
Ahmad Fikri Firdaus juga mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk aktif mengedukasi dan menyampaikan informasi yang utuh terkait pemahaman keagamaan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi permasalahan keagamaan kepada pihak Kementerian Agama, KUA setempat, atau Penyuluh Agama di wilayah masing-masing.
"Kerukunan ini harus dijaga dan dirawat bersama-sama," pesannya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama seluruh elemen di Kota Banjar untuk terus menjaga suasana kondusif, memperkuat kerukunan, dan memastikan moderasi beragama senantiasa dihayati dalam kehidupan bermasyarakat.
ASEP


Posting Komentar