![]() |
| Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Anambas Ny. Dama Munir |
Penyambutan tersebut berlangsung penuh makna. Selain prosesi tepung tawar, Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir bersama Ny. Dama Munir juga mendapat pengalungan kain cual Kepulauan Anambas sebagai simbol penghormatan, penerimaan dan ikatan persaudaraan dengan masyarakat setempat.
Prosesi tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat serta unsur Forkopimda, termasuk Danlanal Tarempa dan Danramil Tarempa. Sambutan itu menjadi simbol penghormatan sekaligus doa agar Kapolres bersama keluarga mendapat keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah di Kepulauan Anambas.
Bagi AKBP Misbachul Munir, tepung tawar bukan sekadar tradisi penyambutan. Ia memaknainya sebagai bentuk doa dan penerimaan masyarakat terhadap dirinya beserta keluarga untuk bersama-sama membangun kehidupan yang aman, damai dan harmonis.
“Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat atas sambutan melalui tradisi tepung tawar ini. Bagi saya, ini adalah doa dan amanah dari masyarakat. Insyaallah, amanah tersebut akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar AKBP Misbachul Munir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LAM Kepulauan Anambas, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta jajaran Forkopimda yang telah memberikan sambutan hangat.
Didampingi Ny. Dama Munir, AKBP Misbachul Munir menegaskan bahwa dukungan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Kami datang bukan hanya untuk menjalankan tugas, tetapi juga untuk menjadi bagian dari masyarakat Anambas. Mari bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian dan persaudaraan,” katanya.
Pengalungan kain cual Kepulauan Anambas semakin menambah kekhidmatan prosesi. Kain tersebut menjadi bagian dari simbol budaya yang merepresentasikan penghormatan sekaligus penyambutan terhadap Kapolres dan keluarga sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Anambas.
Tradisi tepung tawar dan pengalungan kain cual tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama dan masyarakat.
Tepung tawar bukan sekadar tradisi penyambutan, begitu pula kain cual bukan hanya simbol budaya. Keduanya menjadi pesan bahwa setiap langkah dalam menjalankan amanah di tanah Anambas diiringi doa, penghormatan, persaudaraan dan harapan agar Polri bersama masyarakat dapat berjalan dalam satu semangat menjaga keamanan, kedamaian dan keharmonisan.
Yuni S

Posting Komentar