![]() |
| Penanaman Bawang Putih Varietas |
Kegiatan berlangsung di lahan Kelompok Tani Mulyasari, Kecamatan Pataruman, berada di ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 8.400 meter persegi. Keistimewaan utama kali ini adalah penanaman varietas unggul bawang putih yang dikembangkan khusus agar mampu tumbuh subur dan berproduksi maksimal di wilayah dataran rendah menjadi upaya perintis pertama yang dilaksanakan di wilayah Kota Banjar.
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., menegaskan bahwa kehadiran bersama unsur pimpinan daerah dan petani merupakan bukti nyata sinergi kokoh dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini adalah arahan langsung Bapak Kapolri, agar seluruh jajaran turun ke ladang, mendampingi, mendukung, dan bergerak bahu-membahu bersama petani. Kami bersinergi erat bersama Wakil Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta Kelompok Tani pimpinan Jojo Juarno, untuk membuktikan bahwa bawang putih pun dapat berhasil dibudidayakan dengan baik di ketinggian 300 MDPL ini,” ujar AKBP Didi Dewantoro seusai terlibat langsung dalam penanaman.
Diharapkan percobaan perdana ini dapat tumbuh sehat dan memanen hasil yang melimpah. Keberhasilan budidaya secara bertahap akan mengurangi ketergantungan pasokan bawang putih dari luar negeri, selaras cita-cita mulia yang telah dicanangkan Kapolri saat memimpin penanaman serentak di Nusa Tenggara Barat.
“Sedikit demi sedikit jika tekun bersatu dan bekerja bersama, panen petani makin melimpah, kebutuhan terpenuhi dari hasil tanah sendiri, harga kebutuhan pokok terjaga stabil, petani makin sejahtera, hingga akhirnya Indonesia mandiri dan tidak lagi bergantung pada impor,” tambahnya penuh optimis.
Setelah kegiatan penanaman, melalui zoom seluruh peserta mendengarkan arahan langsung Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menguatkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama membangun ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional.
Semangat bersatu antara aparat penegak hukum, pemangku pemerintahan dan kelompok tani ini menjadi bukti tekad bulat mengolah tanah kelahiran, demi mewujudkan ketersediaan pangan yang aman, mandiri, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat Kota Banjar dan bangsa Indonesia.
ASEP
.jpeg)

Posting Komentar