Pelatihan Asesor Kompetensi Konstruksi Jatim
SURABAYA | KEJORANEWS.COM: Geliat investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi ketersediaan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang kompeten dan tersertifikasi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Utama Lestari Indonesia bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) konstruksi terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mengajak pelaku dunia usaha jasa konstruksi, asosiasi, serta perguruan tinggi di Jawa Timur mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi (Askom) Jasa Konstruksi, Kelistrikan dan K3 Konstruksi.
Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 di Kota Surabaya.
Langkah ini dinilai penting menyusul pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data yang disampaikan PT Utama Lestari Indonesia, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB mencapai sekitar Rp888,44 triliun.
Pertumbuhan tersebut juga didukung peningkatan investasi sebesar 7,50 persen, serta hadirnya berbagai proyek strategis dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.
Salah satunya pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE Manyar, Gresik, dengan nilai investasi sekitar Rp58 triliun. Proyek tersebut memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan pada masa konstruksi disebut berpotensi menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja.
Peluang investasi lainnya berada di Blok Cepu, Bojonegoro. Produksi saat ini disebut mencapai 180.000 barel per hari. ExxonMobil juga akan mengembangkan tiga proyek baru dengan nilai sekitar USD472,2 juta atau Rp7,15 triliun, sementara kontrak diperpanjang hingga 2055 dengan rencana investasi mencapai USD10 miliar.
Selain itu, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura juga membuka prospek investasi baru setelah adanya nota kesepahaman Indonesia-Tiongkok pada 5 Agustus 2026.
Deretan proyek tersebut tentunya membutuhkan SDM profesional di bidang konstruksi, kelistrikan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga manajemen proyek.
Perkuat SDM Bersertifikasi
PT Utama Lestari Indonesia melihat kebutuhan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi di Jawa Timur.
Melalui program Askom, perusahaan, asosiasi, dan perguruan tinggi didorong memiliki SDM yang tidak hanya memahami bidang teknis, tetapi juga memiliki kompetensi dalam melakukan asesmen sesuai standar sertifikasi profesi.
PT Utama Lestari Indonesia menyatakan telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan uji kompetensi bidang jasa konstruksi, kelistrikan, dan K3 melalui kerja sama dengan sejumlah dinas di Jawa Timur maupun perguruan tinggi.
Perusahaan juga membangun jaringan kerja sama dengan beberapa LSP konstruksi terakreditasi BNSP, termasuk LSP ATAKI Konstruksi Indonesia dan LSP lainnya.
Selain jaringan LSP, PT Utama Lestari Indonesia memiliki sejumlah Tempat Uji Kompetensi (TUK) di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur serta di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.
Program tersebut didukung asesor kompeten dan bersertifikat BNSP di bidang konstruksi, kelistrikan, serta K3 konstruksi.
Gandeng Perguruan Tinggi
Tidak hanya menyasar dunia industri, program ini juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta.
Jawa Timur memiliki basis pendidikan tinggi teknik yang cukup besar. Sejumlah perguruan tinggi yang dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi mitra antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, ITN Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Hang Tuah, serta perguruan tinggi lainnya.
Mahasiswa dari program studi Teknik Sipil, Teknik Struktur, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur, K3, maupun bidang terkait dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan tambahan kompetensi dan sertifikasi.
PT Utama Lestari Indonesia menyatakan siap membuka kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga ahli yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi BNSP.
Skema sertifikasi yang disiapkan meliputi Teknik Sipil, Teknik Struktur, MEP, Kelistrikan Tegangan Rendah dan Menengah, K3 Konstruksi, serta Manajemen Proyek.
Tingkatkan Daya Saing
Program pelatihan dan sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan SDM dari berbagai proyek investasi besar sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Bagi perusahaan, keberadaan tenaga kompeten dan bersertifikat dapat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan SDM serta persyaratan dalam proses tender. Sementara bagi perguruan tinggi, sertifikasi dapat memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan dunia industri.
Lebih jauh, penguatan asesor kompetensi juga diharapkan dapat mendorong kemandirian sertifikasi di daerah.
Dengan tersedianya asesor internal dan jaringan TUK, institusi maupun perusahaan dapat memiliki kapasitas lebih kuat dalam mendukung pelaksanaan uji kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung target sertifikasi tenaga kerja konstruksi nasional menuju 100 persen tenaga kerja konstruksi bersertifikat pada 2030.
Pendaftaran Dibuka hingga 5 September
Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Jasa Konstruksi, Kelistrikan dan K3 Konstruksi akan berlangsung selama lima hari, 5–9 Oktober 2026, di Kota Surabaya.
Biaya peserta ditetapkan sebesar Rp6 juta per orang.
Adapun persyaratan peserta yakni memiliki latar belakang S1 Teknik Sipil dan SKK aktif, serta membawa laptop selama pelatihan.
Pendaftaran dibuka hingga 5 September 2026.
PT Utama Lestari Indonesia berharap setiap perusahaan, asosiasi, dan perguruan tinggi dapat mengirimkan minimal dua orang perwakilan terbaik untuk mengikuti program tersebut. Ans

Posting Komentar