81 Tahun Merdeka, LPKAN Serukan Aparatur Negara All Out Mengabdi, Jaga Integritas dan Wujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat


81 Tahun Merdeka, LPKAN Serukan Aparatur Negara All Out Mengabdi, Jaga Integritas dan Wujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat



Ketum LPKAN Muhammad Ali Zaini ( 3 dari kiri ) dan pengurus 

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Memasuki usia ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) menyerukan seluruh aparatur negara untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajang introspeksi, evaluasi, sekaligus pembuktian nyata melalui pengabdian kepada masyarakat.

LPKAN Indonesia menilai, makna kemerdekaan tidak cukup hanya diukur dari perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu menghadirkan kesejahteraan, keadilan, pelayanan publik yang berkualitas, serta kedaulatan ekonomi bagi seluruh rakyat.

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali, didampingi Sekretaris Jenderal Abdul Rasyid, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan aparatur negara yang bekerja secara sungguh-sungguh, berintegritas, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

«“81 tahun merdeka. Rakyat tidak butuh janji lagi. Rakyat butuh bukti nyata. Butuh pejabat yang hadir, bekerja siang malam untuk bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegas R. Mohammad Ali di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Empat Agenda Kebangsaan LPKAN

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, DPP LPKAN Indonesia merumuskan empat agenda kebangsaan yang dinilai penting untuk memperkuat kualitas pemerintahan sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Pertama, memperkuat semangat pengabdian yang tulus dan all out.

LPKAN mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan ikrar kepada Tuhan, bangsa, dan negara yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Aparatur negara diharapkan mampu meninggalkan ego, arogansi, serta gaya hidup berlebihan dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Mengabdi itu artinya hadir saat rakyat susah. Melayani tanpa pamrih. Bekerja tanpa hitung-hitungan. Itu baru aparatur negara sejati,” ujar Abdul Rasyid.

Kedua, menegakkan integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

LPKAN Indonesia mendorong pemberantasan korupsi, pungutan liar, serta penyalahgunaan wewenang dilakukan secara tegas dan tanpa tebang pilih.

Selain itu, penguatan sistem pengawasan internal, penerapan sistem rekrutmen berbasis merit, serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang dipercaya masyarakat.

“Integritas adalah harga mati. Tanpa integritas, pembangunan tidak akan pernah adil,” tegas R. Mohammad Ali.

Ketiga, mewujudkan kedaulatan dan keberpihakan ekonomi kepada seluruh rakyat Indonesia.

Menurut LPKAN, kemerdekaan politik harus berjalan beriringan dengan kemerdekaan ekonomi. Karena itu, pemerintah didorong memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sejumlah kebijakan prioritas.

Pertama, melindungi dan memperkuat UMKM, petani, nelayan, dan buruh sebagai fondasi ekonomi rakyat.

Kedua, memperkuat penggunaan produk dalam negeri dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor yang berpotensi melemahkan industri lokal.

Ketiga, menjaga stabilitas harga pangan, energi, dan pendidikan agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keempat, memastikan pemerataan pembangunan hingga ke desa, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kawasan Indonesia Timur.

“Jangan sampai di negeri yang kaya sumber daya ini, rakyat masih kesulitan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok. Negara wajib hadir dan berpihak,” kata Abdul Rasyid.

Keempat, merawat persatuan dan menjaga kedaulatan ideologi.

Di tengah tantangan polarisasi, disinformasi, dan derasnya arus informasi, aparatur negara dituntut menjadi teladan sekaligus perekat persatuan bangsa.

LPKAN menekankan pentingnya aparatur menjaga nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Perkuat Jajaran LPKAN di Seluruh Indonesia

DPP LPKAN Indonesia juga mengajak seluruh jajaran Dewan Pimpinan Daerah LPKAN Indonesia di 38 provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk semakin memperkuat sinergi dan pengawasan di daerah.

“Mari kita kobarkan semangat persatuan, bersinergi, dan berkarya bersama. Turun ke lapangan, dengar aspirasi rakyat, dan jadilah mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, sehat, dan berwibawa,” seru R. Mohammad Ali.

Menurutnya, keberadaan LPKAN di daerah harus mampu menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan sesuai tujuan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Tugas kita bersama adalah memastikan pembangunan benar-benar dirasakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.

LPKAN Tegaskan Posisi sebagai Garda Pengawas

LPKAN Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan peran sebagai Garda Pengawas Kinerja Aparatur Negara dan Mitra Strategis Pemerintah yang kritis, konstruktif, serta berbasis data.

Pengawasan, menurut LPKAN, bukan ditujukan untuk mencari kesalahan ataupun menjatuhkan pemerintah. Sebaliknya, pengawasan merupakan bagian dari kontrol sosial untuk memastikan kebijakan, program pembangunan, dan penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengawasan bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan atau menjatuhkan pemerintahan, tetapi memastikan setiap kebijakan, program, dan rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” pungkas R. Mohammad Ali.

Dalam momentum kemerdekaan ini, LPKAN Indonesia juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh ASN, TNI, Polri, guru, tenaga kesehatan, serta para relawan yang selama ini mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.

LPKAN menilai, pada usia 81 tahun, Indonesia tidak boleh hanya berhenti pada kebanggaan terhadap sejarah masa lalu. Nasionalisme pada abad ke-21 harus diwujudkan melalui kerja nyata: jujur dalam menjalankan jabatan, profesional dalam memberikan pelayanan, berani melawan korupsi, mencintai produk dalam negeri, menjaga persatuan, serta bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan rakyat.

Kemerdekaan adalah warisan para pahlawan. Sementara kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran merupakan tugas generasi hari ini.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

DPP LPKAN Indonesia

R. Mohammad Ali – Ketua Umum

Abdul Rasyid – Sekretaris Jenderal

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama