DEMA–SEMA UIN Malang Undang BEM Malang Raya, Dorong Lahirnya Rekomendasi Kebijakan Lewat FGD Kebangsaan


DEMA–SEMA UIN Malang Undang BEM Malang Raya, Dorong Lahirnya Rekomendasi Kebijakan Lewat FGD Kebangsaan


Flyer FGD DEMA–SEMA UIN Malang, Hadirkan Narsum Septi Anriani, Prof Agus Maimun dibuka Prof. Ilfi Host Gus Bay 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) kebangsaan sebagai langkah strategis mendorong mahasiswa tidak sekadar menjadi pengkritik, tetapi juga perumus solusi kebijakan bagi bangsa.

FGD bertajuk “Nalar Mahasiswa Kritis, Aksi Strategis: Dari Malang untuk Indonesia” ini dijadwalkan berlangsung di Kampus 2, Aula Rumah Singgah lantai 4, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Forum tersebut dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi nasional untuk membedah berbagai isu strategis kebangsaan. 

Ketua DEMA, Ahmad Ghozali Abbas, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan wadah produksi gagasan konkret. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi nyata, bukan hanya menyuarakan kritik terhadap kondisi bangsa.

Senada, Ketua SEMA Muhammad Shidqi Amru menyebut kolaborasi ini sebagai upaya memperkuat posisi kelembagaan mahasiswa agar lebih berdampak dalam ruang publik. Ia menekankan pentingnya memastikan suara mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

FGD ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting. Agus Maimun dijadwalkan menjadi keynote speaker, sementara Rektor Ilfi Nur Diana akan membuka acara secara resmi. Selain itu, Staf Ahli Kemenko Polhukam RI Stepi Anriani hadir sebagai narasumber utama yang membahas isu strategis kebijakan publik. 

Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta yang berasal dari BEM se-Malang Raya, dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi kelompok. Pada sesi inti, peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merumuskan gagasan serta menyusun policy brief sebagai rekomendasi kebijakan. 

Hasil diskusi tersebut tidak berhenti pada forum semata. Rekomendasi yang dihasilkan akan dipresentasikan, ditandatangani sebagai komitmen bersama, dan didokumentasikan dalam bentuk buku. Dokumen ini rencananya akan menjadi bahan telaah yang dibawa ke tingkat nasional oleh pihak terkait. 

Melalui inisiatif ini, DEMA dan SEMA UIN Malang berharap lahir pemikiran konstruktif dari mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Lebih dari itu, forum ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa tetap relevan sebagai agen perubahan—kritis dalam analisis, sekaligus solutif dalam tindakan. Ans

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama