Kepala BP Batam Tinjau Renovasi Plafon Masjid Tanjak


Kepala BP Batam Tinjau Renovasi Plafon Masjid Tanjak

Kepala BP Batam Tinjau Renovasi Plafon Masjid Tanjak
Suasana Kegiatan Peninjauan

BATAM I KEJORANEWS.COM : Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi meninjau pengerjaan renovasi Plafon Masjid Tanjak di kawasan Bandara Hang Nadim, Nongsa - Batam, (28/9).

Kepala BP Batam ingin melihat dan memastikan bahan-bahan yang digunakan untuk merenovasi plafon yang jatuh beberapa waktu lalu tersebut.

Lanjutnya, pengerjaan renovasi struktur plafon yang sebelumnya banyak menggunakan puring akan ditambah konstruksi berbahan besi hollow dan besi siku.

"Puring yang di pake untuk plafon kemarin ditambah dengan besi hollow dan besi siku," katanya.

Kepala BP Batam
Penambahan konstruksi dengan besi jenis tersebut, menurutnya akan menambah kualitas mutu pada rangka plafon untuk menyesuaikan terhadap desain masjid yang terbuka dan menjadikan lebih kuat dari faktor angin dan kelembapan.

"Tadi ada konsultannya disampaikan bahwa nanti besi yang ditambah ini supaya tidak bergerak lagi dan memperkuat konstruksi plafon secara keseluruhan ya, mereka ahlinya yang bisa mastikan," terangnya.

"Saya hanya berharap bahwa kejadian yang lalu tidak boleh terjadi kedepan, maka kita akan bantu dan jaga supaya semuanya selesai," harapnya.

Berikutnya, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menambahkan secara teknis pekerjaan yang tengah dikerjakan oleh kontraktor adalah memasang modul awal dan pola pada rangka plafon.

Ia pun memastikan pengerjaan membutuhkan waktu agar kondisi struktur plafon kembali maksimal. Pihaknya juga menargetkan pengerjaan akan selesai pada akhir Oktober mendatang.

"Renovasi bukan saja struktur plafon, namun juga mengganti penutup plafon yang tadinya gypsum diganti dengan plafon berbahan PVC serta membuat ventilasi pada ruang plafon, target pengerjaan hingga akhir Oktober ini" pungkasnya saat mendampingi pada peninjauan.

Biro Humas BP Batam
Editor:
Andi Pratama

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama