Gubernur Kepri: Berkurban, Ibadah yang Mengandung Dua Dimensi


Gubernur Kepri: Berkurban, Ibadah yang Mengandung Dua Dimensi

Gubernur Kepri: Berkurban, Ibadah yang Mengandung Dua Dimensi
Suasana Kegiatan

KEPRI I KEJORANEWS.COM: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H.Ansar Ahmad mengajak jamaah yang hadir untuk merenungi pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta Ibunda Siti Hajar. Nabi Ibrahim karena ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT sanggup mengorbankan anak kesayangannya atas perintah Allah SWT. 

"Pemotongan hewan qurban merupakan perlambang, simbol dari pengorbanan kita membuang jauh segala sifat-sifat yang tidak terpuji. Substansi ibadah qurban adalah keikhlasan, ketaatan, pengabdian, dan kecintaan hamba kepada Allah SWT," terangnya.

Hal tersebut disampaikannya pada saat usai Sholat Idul Adha di masjid tertua di Tarempa yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Jami' Baiturrahim H. Sayuti, DI Tarempa, Anambas - Kepri, (10/7).

Lanjut, Gubernur Kepri menyampaikan bahwa ibadah kurban saat Idul Adha adalah ibadah yang mengandung dua dimensi sekaligus, yaitu dimensi relasi vertikal atau Hablumminallah, dan dimensi relasi horizontal atau Hablumminannas.

"Sebagai dimensi relasi vertikal atau hubungan manusia dengan Allah SWT, ibadah qurban mengandung makna dan nilai-nilai keimanan dan ketauhidan. Sebagai realitas rasa syukur atas segala kenikmatan dan rahmat karunia yang Allah SWT berikan kepada kita," jelasnya.

"Qurban secara harfiah bermakna kedekatan kepada Allah SWT, kedekatan yang didasari karena kecintaan yang tinggi kepada Allah SWT melebihi kecintaan kita pada harta, pangkat, dan kedudukan di muka bumi," terangnya. 

Sementara sebagai dimensi relasi horizontal, lanjutnya ibadah qurban merupakan perwujudan yang nyata dari kepekaan sosial dan kesadaran kemanusiaan tergantung berbagai persoalan yang dihadapi bangsa seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakmampuan.

"Nilai-nilai serta semangat ketaatan kepada Allah SWT yang amat tinggi kita jadikan sebagai tonggak awal untuk menata kembali jiwa kita dengan penegakan nilai-nilai aqidah Islamiyah," tutup Gubernur Kepri.

Editor:
Andi Pratama

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama