"Kita Tetap Harus Waspada", Meski Kasus Covid-19 Melandai di Kepri


"Kita Tetap Harus Waspada", Meski Kasus Covid-19 Melandai di Kepri

"Kita Tetap Harus Waspada", Meski Kasus Covid-19 Melandai di Kepri
Suasana Vaksinasi Gerai Binda Kepri di Batam

BATAM I KEJORANEWS.COM: Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kepri, vaksinasi booster telah mencapai 44,85 persen atau 615.916 orang dari total sasaran 1.373.372 orang masyarakat Kepri. Khusus di Batam, vaksinasi booster telah mencapai 52,94 persen atau 417.961 orang.

Binda Kepri terus menjalin kerjasama dengan Dinkes Batam dalam mendistribusikan vaksin booster di wilayah Batam. Sejak dimulainya distribusi vaksin booster pada 12 Januari 2022, berbagai upaya telah dilakukan, baik itu membuka sentra vaksinasi massal, vaksinasi DTD bahkan menggelar gerai vaksinasi rutin di Puskesmas.

Terkait hal itu, Kabinda Kepri, Brigjen Pol. R.C.Gumay menegaskan distribusi vaksin booster menjadi prioritas untuk dilakukan dalam rangka mencegah gelombang baru Covid-19 muncul kembali.

"Meskipun saat ini kasus Covid-19 sudah melandai, namun kita harus tetap mewaspadai kemunculan subvariant baru Omicron yang dapat memicu gelombang baru di masa mendatang,” jelasnya. Selasa, (07/06/2022)

Suasana Vaksinasi Gerai Binda Kepri di Batam
Ia menambahkan, untuk mencegah gelombang Covid-19 tersebut diperlukan kekebalan populasi yang baik, yakni dengan mempercepat distribusi vaksin booster kepada masyarakat.

"Provinsi Kepri ini merupakan salah satu gerbang pintu masuk wisatawan dari Singapura dan Malaysia sehingga perlu diantisipasi terhadap potensi masuknya varian baru Covid-19 yang bisa dibawa oleh pelaku perjalanan luar negeri," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Singapura merilis pada 15 Mei 2022 telah mendeteksi adanya kasus Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5.

"Tidak menutup kemungkinan adanya temuan subvarian tersebut dapat memicu gelombang baru, namun kita berupaya agar kekebalan masyarakat semakin baik melalui pendistribusian vaksin booster, sehingga masyarakat tidak mudah terpapar atau jika terpapar tidak menimbulkan resiko berat," tutup Kabinda Kepri.

Editor:
Andi Pratama

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama