Kelangkaan BBM Solar Subsidi di Anambas, Kehidupan Ribuan Nelayan Bagan Apung Terancam


Kelangkaan BBM Solar Subsidi di Anambas, Kehidupan Ribuan Nelayan Bagan Apung Terancam

3 Orang Nelayan Bagan Apung Sampaikan Keluhan terkait Solar-
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Adanya pembatasan kuota  Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar bersubsidi di Kabupaten Kepulauan Anambas ( KKA), kini mulai dirasakan masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan bagan  apung.

 

Bang Pit seorang nelayan bagan apung tradisional di Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Senin(04/04/2022), menyampaikan bahwa akibat adanya pembatasan BBM solar subsidi ia dan sejumlah nelayan pemilik bagan kesulitan untuk pengoperasian bagan.

 

Katanya, mulai 1 April lalu setiap nelayan kini hanya diperbolehkan mendapatkan solar subsidi 30 liter perhari, dan keadaan itu mebuat nelayan bagan kesulitan dalam pengoperasian bagan. Sebab dalam pengopertasian bagan apung, dibutuhkan solar sebanyak 45 liter perhari/ permalam.

 

“ Pemakaian kami permnalam memerlukan sebanyak 45 liter, 30 liter untuk pengoperasian mesin, guna menyalakan lampu penerangan bagan dan 15 liter untuk kapal kayu pompong penarik bagan, “ ujarnya.

 

Terangnya, sudah tiga hari minyak solar subsidi sulit untuk dicari, karena langkanya solar tersebut, nelayan bagan hanya kebagian 180 liter per satu unit bagan, untuk kebutuhan selama 1 bulan.

 

“ Jadi mana mungkin kami dapat beroperasi dan mendapat penghasilan. Mau makan apa kami dan keluarga. Kami nelayan bagan apung ada sekitar 4000 orang di Anambas. Oleh karena itu kami minta agar pemerintah peduli dengan nasib kami, yakni dengan kembali menormalkan solar seperti sebelumnya. Kami minta pemerintah tidak membatasinya, "“harapnya.

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Acok yang juga pemilik bagan apung.

“ Kelangkaan minyak solar ini membuat kita semakin terancam dan mengalami gulung tikar, dengan tidak beroperasinya kita selaku pemilik bagan maka akan bertambah pengangguran yang akan terjadi di Kepulauan Anambas, “ ucapnya.

Ia menyampaikan ada sekitar 1000 bagan apung di Anambas, yang mana 1 bagan dioperasikan oleh 4 orang, sehingga jika dikalkulasikan ada sekitar 4000 an orang akan menganggur jika solar tidak kembali normal.

 

“ Berapa banyak masyarakat Anambas terbantukan dengan adanya Bagan ini, jadi apa bila Bagan tidak bisa beroperasi dikarenakan kelangkaan minyak solar, maka sudah di pastikan, ribuan masyarakat Anambas mengalami pengangguran, maka akan berdampak serius untuk perekonomian dan juga mengakibatkan semakin bertambah angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Untuk itu saya harap pemerintah daerah dan pusat segera mencari solusi terkait kelangkaan solar ini, “ Ujarnya.

 

( Yuni S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama