Terseret Jangkar dari Kelong di Perairan Bintan, Korban Belum Juga Ditemukan


Terseret Jangkar dari Kelong di Perairan Bintan, Korban Belum Juga Ditemukan

Terseret Jangkar dari Kelong di Perairan Bintan, Korban Belum Juga Ditemukan
Tim SAR Gabungan

BINTAN I KEJORANEWS.COM : Pelaksana harian (Plh), Kepala Basarnas Tanjung Pinang, Miswadi menyampaikan perkembangan akhir pencarian di hari ke tujuh, Kondisi membahayakan Manusia (KMM) seorang nelayan diduga jatuh ke laut terseret jangkar, di perairan Trikora - Bintan.

"Total luas area pencarian kurang lebih 27 Kilo Meter, dan pencarian dibagi menjadi dua tim. Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan," terangnya melalui sambungan telekomunikasi, (16/9/21).

Pada pencarian hari ketujuh. Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung pinang bersama Polair melaksanakan pencarian dengan menyisir sekitar lokasi kejadian kecelakaan selanjutnya ke arah Utara menggunakan unsur yang dimiliki Potensi masing-masing.

Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan penyisiran bibir pantai menggunakan kapal kayu/pompong serta jalur tepian bibir pantai. Selanjutnya, tim SAR menghentikan pencarian dengan hasil nihil.

Sekira pukul 17.45 WIB, (15/9). Berdasarkan hasil koordinasi tim rescue kantor pencarian dan pertolongan Tanjung Pinang bersama Tim SAR Gabungan dan Pihak Keluarga beserta Masyarakat setempat bahwa operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan tutup.

Baca Juga:
pala 

Video:


Berikut data korban:
Selamat
Nama: Dicky Rahmawan (Laki-laki, 24 Tahun)
Dalam Pencarian
Nama: Arfa Sona (Laki-laki, 21 Tahun)

Sebelumnya, waktu kejadian sekira pukul 19.00 WIB, (9/9). Operasi SAR KMM diduga terjatuh dari kelong ikan, di perairan pantai Trikora (Koordinat 1° 8'8.65"U 104°37'3.26"T), Bintan - Kepri.

Terima informasi dari warga, dimana korban bersama temannya seorang nelayan Kelong sedang melaksanakan aktifitas, dan saat itu korban sedang melemparkan jangkar kelong diduga terseret, hingga korban terjatuh ke laut.

Berikut kondisi cuaca di lokasi kejadian, angin Tenggara (0.5-25 KM/Jam), Gelombang Barat/Utara (0.5 - 2 meter), arus Barat/Utara (0.5 - 45 CM/Detik).

Tim SAR gabungan yang terlibat, diantaranya KanSAR Tanjung Pinang, Polres Bintan, Polair, TNI, BPBD Bintan, Tagana Bintan dan Masyarakat setempat. Truck Personel, Rubber Boat, Alat Selam, Palkom & Palmedis Evakuasi, Pakaian Covid-19.


Andi Pratama

Lebih baru Lebih lama