Produk Pertanian Natuna akan Diupayakan Pemasarannya ke Luar Daerah


Produk Pertanian Natuna akan Diupayakan Pemasarannya ke Luar Daerah

Kadis Pertanian Natuna, Marwan Syahputra-
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Berlimpahnya hasil panen cabai Petani di Natuna saat ini tidak membuat para petani merasa senang, karena panen yang melimpah ini mengakibatkan harga jual cabai di pasaran Natuna menurun drastis dan jauh di luar harapan petani.

Kondisi ini dikeluhkan petani, penampung  dan juga pedagang  cabai. Harga cabai di tingkat petani hanya Rp. 15 ribu rupiah perkilogram, dan sekitar Rp. 20 ribu hingga Rp.30 ribu rupiah perkilogram.

Bahkan penampung cabai sudah mengupayakan memasarkan cabai hasil pertanian petani di Natuna hingga ke Anambas, Batam dan Tanjungpinang, namun harga jual tidak berbeda jauh dengan di Natuna sementara biaya transportasi pengiriman lebih tinggi dan kebanyakan cabai saat tiba di kota tujuan sudah dalam keadaan busuk sebagian.

Agus salah seorang petani dan juga penampung cabai di Kecamatan Bunguran Tengah mengaku untuk membatu sesama petani ia menjadi penampung cabai dan menjualnya ke luar daerah, namun bebapa kali ia terpaksa merugi karena harga jual dan kualitas cabai Natuna  yang rendah.

"Pada pengiriman pertama ke Batam saya rugi sampai Rp. 18 juta, saya bawa 8 ton cabai, sebagian busuk, pengiriman kedua saya dapat untung Rp. 4 juta, dan pengiriman ke 3 saya rugi lagi Rp. 13 juta, tapi saya tetap berupaya memasarkan cabe petani lokal ini sampai ke pulau- pulau," kata Agus yang akrab di panggil Gabel ini, Senin (7/6/2021).

Sementara itu menanggapi berlimpahnya hasil panen Cabai petani  Natuna namun kesulitan dalam hal pemasaran, Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan pihaknya akan mengupayakan pemasaran hasil pertanian Natuna ke luar daerah.

Upaya pemasaran ini tambahnya akan dilakukan melalui dinas terkait, yakni Disperindag Kabupaten Natuna.

"Kita kan upayakan membatu pemasaran hasil pertanian Natuna keluar daerah seperti Batam, Tanjung Pinang dan juga ke Kalimantan Barat, saya minta fokus juga untuk pemasaran hasil petatanian ini, apakah ke kalimantan atau kemana, jadi sebanyak apapun hasil pertanian, petani kita tidak akan bingung untuk memasarkannya," ujar Wan Siswandi di Ranai, Selasa (7/6/2021).

Sedangkan menurut Kepala Dinas pertanian Natuna Marwan Syahputra, mengatasi berlimpahnya panen, pihaknya udah menganjurkan agar petani saat menanam bibit dapat dilakukan secara bertahap sehingga hasil panen juga berjenjang dan ketersediaan hasil pertanian di pasaran tetap terjaga.

" Kami sudah pernah dan beberapa kali sampaikan kepada petani agar jangan sekaligus menanam hasil pertanian itu tapi berjenjang, sehingga harga tetap stabil dan ketersediaan produk pertanian dipasaran juga selalu ada," kata Marwan.

Diharapkan ke depan, produk pertanian petani Natuna akan dapat dipasarkan hingga keluar daerah. Namun tentunya untuk dapat memasarkan keluar daerah, hasil pertanian Natuna juga harus berkualitas baik, sehingga harganya dapat bersaing dengan hasil pertanian di luar daerah.
Bupati Natuna, Wan Siswandi

Petani Cabai Natuna 



( Piston)
Lebih baru Lebih lama