Meninjau Parawisata dan Investasi di Kepri, Ini Kata Mendagri


Meninjau Parawisata dan Investasi di Kepri, Ini Kata Mendagri

Meninjau Parawisata dan Investasi di Kepri, Ini Kata Mendagri
Mendagri bersama Managemen PT BAI

BINTAN I KEJORANEWS.COM :Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) meskipun ada tren kenaikan kasus positif covid-19 tapi relatif masih bisa terkendali. Kunci utamanya adalah kekompakan.

"Saya melihat kekompakan Forkopimda tingkat Provinsi di Kepri ini baik sekali. Hubungan Gubernur dengan Bupati dan Walikota se-Kepri pun juga bagus. Hubungan para pemimpin kalau sudah bagus, akan memudahkan dalam menangani masalah," terangnya.

Hal tersebut disampaikanya saat meninjau investasi di PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI), Bintan-Kepri (9/5). Dan sebelumnya meninjau pintu masuk kepulangan PMI di Batam, serta mengunjungi beberapa spot pariwisata di Kawasan Lagoi, dalam persiapan pembukaan travel bubble.

Walaupun perkembangan Covid-19 di Kepri masih relatif under control, disamping atensi khusus terhadap kepulangan PMI, dan berharap warga lokal tetap waspada dan tidak lengah. Terutama dari klaster-klaster baik dari kegiatan ekonomi, maupun kegiatan keagamaan, bukan masalah keagamaannya, tetapi masalah protokol kesehatannya.

Foto Bersama
Mengenai permasalahan ekonomi, Mendagri menyampaikan bahwa yang paling terdampak adalah pelaku pariwisata, terutama yang mengandalkan wisatawan mancanegara seperti Bali, Lombok, Bintan dan termasuk Batam.

Sedangkan turis domestik, kalau mau berkunjung ke Bintan dan Batam, menurutnya sekaranglah saatnya yang tepat. Karena saat ini betul-betul nyaman, banyak sekali pilihan aktivitas yang dapat dijalankan.

"Saya berharap travel bubble yang dicanangkan segera terealisasi. Yang paling memungkinkan saat ini adalah Lagoi dengan Singapura. Tapi sangat tergantung dari yang pertama kita harus memastikan zero transmission di wilayah Lagoi, yang kedua kita juga harus memperhatikan situasi Singapura, kalau disana zero transmission juga mungkin mereka mau mengirimkan warganya kemari," terangnya.

Terkait investasi di Kepri. Dengan adanya investasi seperti di BAI, hal ini sangat luar biasa. Lanjutnya berharap PT. BAI dapat mengambil model seperti investasi yang ada di Morowali yang pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 39,5 persen.

"Sampai saat ini di Indonesia hanya 3 Provinsi yang tetap berada di angka positif di masa pandemi ini yaitu Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua," katanya.

Berikutnya, pada kesempatan itu Mendagri berpesan kepada manajemen PT. BAI. Pertama, memperhatikan masalah lingkungan, karena mindset Pemerintah Pusat sekarang adalah green industry.

Selain itu, memberdayakan masyarakat, jadikan warga lokal prioritas utama sebagai pekerja disini. "Investasi disini bisa dijadikan model investasi untuk daerah lain," tutup Mendagri didampingi Gubernur Kepri.

Turut mendampingi Ketua TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian dan  Ketua TP PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari, Dirjen Polpum, Dirjen Otda, Dirjen Bina Keuangan Daerah, Pejabat Eselon II Kemendagri.


Andi Pratama
Lebih baru Lebih lama