Warga Petani Padi Menyambut Ria Panen Raya Namun Mengeluhkan Hasil Panen yang Turun dan Kondisi Jalan yang Tak Memungkinkan Dilalui


Warga Petani Padi Menyambut Ria Panen Raya Namun Mengeluhkan Hasil Panen yang Turun dan Kondisi Jalan yang Tak Memungkinkan Dilalui

Padi yang siap akan di Panen
MESUJI I KEJORANEWS.COM: Masa panen padi di sejumlah wilayah Kabupaten Mesuji mulai berlangsung termasuk di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mesuji. Sejak beberapa hari terakhir, petani sibuk turun kesawah untuk memanen hasil tanamnya.


Seperti terpantau awak media ini, di tengah masa panen petani padi namun petani malah mengeluhkan rendahnya harga jual gabah dan keluhkan jalan rusak serta licin. Akibatnya para petani kesulitan untuk mengangkut hasil panennya sehingga harus ngojek. Pasalnya, disaat para petani sedang memanen padi, harga jual gabah semakin turun bahkan harga jualnya tidak lebih dari Rp. 3500/kg, ujar salah satu petani padi yang enggan disebutkan namanya.


Dia menjelaskan, harga jual itu tidak setimpal dengan modal yang harus dia rogoh untuk menanam padi beberapa petak sawah mililnya. Betul mas harga jual gabah sekarang Rp. 3500/kilo, kalau harga gabah sudah digiling atau berbentuk beras harga jualnya Rp. 7300 per kilo namun tidak sesuai dengan dengan kebutuh lainnya seperti harga cabe, bayangkan harga cabe kecil satu ons saja sekarang Rp. 10.000, ungkapnya.


“Pokonya saya ada beberapa kotak sawah itu modal habis kurang lebih itu Rp. 5 juta karena saya semua kan harus pakai buruh, sedangkan hasil panen saya hanya dapat 19 karung itu juga belum di jemur tambah harga sekarang rendah dan bahkan belum biaya ngojek membawa gabahnya dari kebun ke rumah,” keluhnya sambil sibuk mengeringkan padi yang baru dipanennya.

Seperti yang viral di setatus Facebook milik pribadi salah satu petani Desa setempat yaitu bernama Sarwin Aris mengatakan di setatus FB nya, di saat petani padi panen raya Jalan KTM arah Tirta Laga hancur alamat ngojek sampek KTM apa Kr2 tidak ada solusinya yo bro ?


Para Netizen mengomentari setatus Fb Sarwin Aris bahkan FB pribadi Camat Mesuji yaitu Taufiq Widodo turut mengomentari setatus FB tersebut. Menyikapi cuaca dengan curah hujan yang tinggi akhir2 ini, Pak Bupati telah perintahkan OPD untuk sigap dan saling berkoordinasi. Dalam hal ini Kecamatan Mesuji telah berkoordinasi dengan Dinas PUTR. Insyaalloh jika cuaca mendukung maka alat berat segera masuk untuk penanganan.

Bukan FB Sarwin Aris saja, bahkan Ketua DPRD Kabupaten Mesuji buat setatus di beranda FB milik Pribadinya bernama Elfianah Khamami dengan bahasa, Akibat jalan jelek harga panenan padi petani di Desa Mulyasari, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji hanya Rp. 3500/kg dan bahkan dalam setatus FB tersebut di cantumkan beberapa poto serta vidio jalan yang rusak tersebut.


Ada beberapa para Netizen mengomentari seperti Netizen Muhammad Lusito dengan bahasa komennya, "Setengah gak percaya saya melihat video ini di Mesuji masih ada juga jalan seperti itu dimana masyarakat mendambakan sentuhan pemimpin yang mau peduli kepada pembangunan khususnya insprakstruktur jalan.


Keluhan yang sama dirasakan Sirin, petani asal Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mesuji. Diakuinya, hasil panen yang ia peroleh dihabiskan hanya untuk membayar pekerja dan ongkos ngojek gabah saja. Dari hasil 5 karung padi yang ia peroleh dalam satu kotak sawah yang dimiliki, seluruhnya habis dijual untuk menutupi biaya upah buruh.


“Habis sama buruh saja. Sedangkan harga padi murah. Modal mah habis besar datang panen harga tidak jelas, satu kotak hanya tujuh karung dalam kondisi basah kalau sudah dijemur itu paling 5 karung sudah saya jual semua untuk bayar yang kerja,” kata Sirin.


Para petani berharap pemerintah turun tangan mengatasi masalah harga jual gabah petani yang rendah. Petani hanya berharap harga jual gabah seimbang dengan jumlah modal yang dikeluarkan sebelumnya, harap Sirin, Minggu(14/3/2021).


Sampai berita ini di publikasikan belum ada tanggapan yang resmi atau hasil konfirmasi dari Dinas terkait dan pemerintahan Kabupaten Mesuji Lampung.


(Yusri) 

Lebih baru Lebih lama