Petani Keluhkan Pupuk Bersubsidi Langkah dan Harga Melambung Tinggi


Petani Keluhkan Pupuk Bersubsidi Langkah dan Harga Melambung Tinggi

Poto hanya ilusi
MESUJI I KEJORANEWS.COM: Selain kelangkaan pupuk yang bersubsidi dan melambungnya harga, petani di Mesuji Lampung, juga mengeluhkan murahnya harga jual padi di tingkat petani.


Seperti yang disampaikan Salimun(50) seorang petani di Kecamatan Rawa Jitu Utara(RJU), Desa Way Puji, Kabupaten Mesuji Lampung, menurut nya, harga pupuk yang mencapai 120-135 ribu Rupiah Per Sak dirasakan sangat mahal bagi petani dan tidak sebanding dengan harga jual padi yang sangat murah bila musim panen, kata Salimun.


”Tadinya pupuk Urea mas hanya 85 ribu, kalau sekarang mencapai 120-135 ribu rupiah rupiah mas, kan tambah mahal nggak sesuai dengan harga jual padi yang murah dan sudah mahal malah tidak ada yang jual,” jelas Salimun dengan nada lemas, Rabu(3/2/2021).


Selain itu, Salimun juga mengatakan, pupuk mulai langka sudah dari setahun yang lalu sehingga dirinya berharap pemerintah Kabupaten Mesuji bisa memberikan solusi untuk para petani.


”Sudah dari tahun kemaren pupuk sulit didapat, saya biasanya beli di Pasar Rawa Jitu itupun harus setor uang dulu baru nanti dapat pupuk nya, harapan saya pemerintah bisa membantu petani terutama masalah pupuk kalau bisa harganya dibuat murah dan gampang didapat,” harap Salimun.


Salimun menambahkan, dirinya berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan solusi untuk harga jual padi seimbang dengan harga pupuk untuk kedepannya, jangan seperti panen-panen yang lalu sehingga petani merasakan masih sangat murah dan sehingga petani menjerit.


”harapan saya semoga harga jual padi jangan murah lah biar kami petani bisa sejahtera," ujar Salimun.



Sampai berita ini dipublikasikan belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pertanian dan UKM atau Instansi terkait di Kabupaten Mesuji Lampung.


(Yusri) 

Lebih baru Lebih lama