{[["☆","★"]]}
Rakor Penanganan Covid-19 dan Peningkatan Ekonomi, Berikut Hasil Evaluasinya
Pjs Gubernur Kepri (No.1 dari kiri)
BATAM I KEJORANEWS.COM :Pemerintah Provinsi, Pemerintah kota (Pemko) Batam dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) gelar rapat koordinasi (Rakor) guna meningkatkan upaya penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi, khususnya di kota Batam. Rabu, (04/10/2020)
 
Pada kesempatan itu, dihadiri oleh Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin mengatakan bahwa pertemuan itu ditujukan untuk mempertajam tujuan bersama agar Covid-19 teratasi dan ekonomi kembali ditingkatkan.
 
Selain itu, evaluasi terkait pelaksanaan APBD 2020, khususnya intruksi Mendagri, bahwa APBD boleh refocusing dan realokasi anggaran daerah yang diarahakan pada tiga hal yakni kapasitas kesehatan, penanganan dampak sosial ekonomi, social safety net.
 
"Hasil evaluasi, salah satunya perlu peningkatan kapasitas kesehatan dengan membangun laboratorim. Kehadiran kapasitas kesehatan ini menambah fasilitas yang sudah ada milik BTKLPP Kementerian Kesehatan," terangnya.
 
Ia melanjutkan, APBD Batam pada 2021 untuk kesehatan selain kewajiban 20 persen dari APBD juga dilebihkan sehingga dapat digunakan untuk penanganan Covid-19, termasuk pengadaan lab. Diperkirakan nilainya mencapai Rp 300 miliar lebih, jika asumsi APBD Batam 2021 sekitar Rp 2,9 triliun.
 
"Artinya, 20 persen sesuai aturan penanganan Covid dan vaksinasi. Anggaran 2021 pengesahannya di era saya sebagai Pjs, otomatis siapapun Walikotanya nanti menjalankan, yang saya teken," katanya
 
Menurutnya, layanan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan Pemko saja, tapi juga partisipasi pelaku pengelola kawasan (sektor industri) untuk bikin lab juga untuk melayani karyawan. "Saya kira ini, kita bisa lakukan,” ucapnya.
 
Terakhir, ia menekankan untuk konsentrasi bersama, melindungi masyarakat sepanjang pandemi, dengan cara sosialisasi dan juga penindakan yang telah dijalankan. Salah satunya perkuat imun, masyarakat yang mampu dapat melakukannya secara mandiri, sisi karyawan disiapkan oleh perusahaan, dan masyarakat miskin oleh pemerintah.
 
"Saya kembali katakan, pandemi ini masih ada, kita tak tahu kapan berakhir," tutup Pjs Gubernur Kepri.


Andi Pratama
 
Top