{[["☆","★"]]}
Hikmat Aliansyah dan Tim Gugus Tugas-
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Hasil Swab terhadap tuan Z, pasien meninggal di RSUD Natuna, Jum'at (16/10/2020)  yang ditemukan reaktif virus menunjukkan pasien bersangkutan postif corona. Kepastian ini sekaligus mengubah status Natuna dari zona hijau menjadi zona kuning.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah saat menggelar konfrensi pers di Rumah Makan Gerai, Ranai, Senin (19/10) menyampaikan hal tersebut.

Almarhum Z merupakan warga Ranai kelahiran tanggal 2 April 1952. Awalnya yang bersangkutan datang berobat ke RSUD Natuna dengan keluhan batuk, pilek dan sesak nafas. Setelah dilakukan pemeriksaan rapidtes hasilnya menunjukkan rektif virus. Kemudian dilakukan foto thorax, hasilnya terdapat bercak-bercak pneumonia.

“Kemudian dilakukan isolasi di RSUD. Sesuai dengan protap kesehatan dilakukan swab dan swabnya kami kirim ke Batam tanggal 16 Kemarin, Cuma pasien bersangkutan pada tanggal 6 itu juga meninggal,” tutur Hikmat.

Oleh karena alrmahum Z reaktif virus maka yang bersangkutan dimakamkan dengan protokol COVID-19 di pemakaman wilayah Pring, Keluarahan Bandarsyah Ranai pada hari Jumat 16 Oktober.

“Dan pada hari Ahad malam tanggal 18 Oktober sekitar pukul 22: 00 WIB kami menerima hasil swabnya dan ternyata hasilnya postif. Almarhum ini tidak ada riwayat perjalanan ke luar daerah, tapi mungkin karena ada kontak dengan ABK Kapal yang dari luar kebetulan yang bersangkutan kerja di pelabuhan,” sambung Hikmat.

Ia mengatakan, pristiwa ini secara otomatis merubah status Natuna dari zona hijau menjadi zona kuning karena sudah ditemukan postif.

“Ya sekarang sudan zona kuning karena ada satu orang yang ditemukan positif corona. Tapi nanti bisa saja kembali lagi ke zona hijau apabila hasil taracing menunjukkan tidak ada hasil yang positif. Swab keluarganya besok kita kirim, dan kepada siapa saja yang pernah kontak dengan almarhum agar dapat ikut rapidtes secara sukarela,” ujarnya.

Mengenai tindaklanjut pristiwa ini, Hikmat menjelaskan, Gustu COVID-19 Natuna melakukan berbagai tindakan seperti taracing terhadap keluarga dan rekan-rekan almarhum. Mereka akan dijemput langsung oleh petugas kesehatan untuk dites di RSUD dan Puskesmas.

Begitu juga proses pemeriksaan di pintu-pintu masuk Natuna seperti pelabuhan dan bandara. Gustu akan menambah petugas dan peralatan yang diperlukan, patroli kesehatan juga akan terus ditingkatkan, persyaratan-persyaratan kapal yang masuk Natuna juga diterapkan secara ketat, menyiapkan Asrama Haji Natuna sebagai lokasi karantina dan kegiatan-kegiatan pencegahan lainnya.

“Tapi sampai sejauh ini belum ada rencana lokdown maupun PSBB. Begitu juga penutupan sekolah, itu sifatnya kebijakan kepala daerah karena dampak ekonomi ini juga cukup berat dan urusannya sangat prinsip,” papar Hikmat.

Ia menghimbau kepada masyarakat Natuna agar tetap mematuhi protokol 4 M (menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker dan mengihindari kerumunan) agar terhindar dari corona.

“Antisipasi dampak terburuk kita akan melakukan tarcing besar-besaran dan menyetop kedatangan orang. Dan kami berharap semua pihak dapat mematuhi aturan kesehatan agar kita terhindar dari virus corona,” tutupnya.

( Pur)
 
Top