{[["☆","★"]]}


MESUJI I KEJORANEWS.COM: Ditengah pandemi Covid-19, Harga Singkong di Kabupaten Mesuji Lampung mengalami penurunan atau anjlok sehingga kian melengkapi penderitaan Petani Singkong.

Harga jual tak sebanding dengan biaya pengelolaan, jangankan mau untuk pulang modal saja sudah sulit.

Selain ambrolnya harga singkong, petanipun kembali harus menelan pil pahit ketika menjual singkong ke pabrik selain harga jual murah, masih dikenakan dan potongan rapaksi yang kian selangit.

petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil singkong hanya pasrah dengan harga jual singkong saat ini.

Penurunan harga membuat para petani singkong menjadi Was-was. Apabila harga singkong terus menurun, maka pada musim panen kali ini, mereka mengalami kerugian.

Hanapi salah satu petani singkong di Kabupaten Mesuji mengatakan, harga jual singkong saat ini berkisar antara Rp 770 hingga Rp 830. “Itu belum termasuk biaya operasional seperti kuli cabut dan mobil ditambah lagi biaya awal penanaman dan biaya perawatan,” ujarnya, Selasa(20/10/2020).

Secara nominal hasil panen singkongnya tidak sebanding dengan pengeluaran penanaman dan perawatan. Hal ini lah yang membuat petani merasa rugi.

Saat ini sejumlah petani sudah memasuki masa panen, tapi sejumlah petani ada yang enggan memanen di karenakan harga yang masih dianggap cukup murah.

Para petani berharap harga singkong segera stabil kembali.

(Yusri)

 
Top