{[["☆","★"]]}
Museum Raja Ali Haji, AKhirnya Menyimpan Jam di Simpang Laluan Madani Batam
Empat Jam di Simpang Jam
BATAM I KEJORANEWS.COM :Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, setelah beberapa bulan terakhir terus menelusuri keberadaan jam di Simpang Jam/Laluan Madani. Hingga akhirnya, jam yang menjadi ikon Batam tersebut bisa didapat. Jum'at, (30/10/2020)
 
"Sekarang kita simpan di Museum Raja Ali Haji," kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata. Setelah menerima jam yang berjumlah empat unit itu didapatkan dari kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan layang tersebut, PT PP (Persero) Tbk.
 
Ia menilai, Jam tersebut sangat dikenal di kalangan warga Batam. Ia berharap, jam ini nantinya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Batam untuk mengunjungi museum yang berada di Dataran Engku Putri tersebut. "Kita masih terus mengumpulkan barang-barang bersejarah di Batam," jelasnya.
 
Lanjutnya, museum bekas Astaka MTQ itu masih terus diperbaiki dan dalam waktu dekat akan diresmikan dan dibuka untuk umum. Selain itu, beberapa koleksi masih dalam pengumpulan oleh tim. "Rencana kita buka Desember. Tapi, beberapa rombongan dan pengunjung sudah ada yang melihat-lihat isi museum," jelasnya lagi.
 
Selanjutnya, menjelang Museum Raja Ali Haji dibuka secara umum, Disbudpar Batam akan mendatangkan cogan asli, yang merupakan regalia atau simbol kebesaran dari Kerajaan Riau-Lingga, Johor, Pahang yang tersimpan di Museum Nasional.
 
"Dulunya cogan tersebut hanya dikeluarkan saat penabalan para raja. Kita ingin, saat museum Raja Ali Haji diresmikan, cogan tersebut bisa dibawa ke Batam," terangnya. Sekarang hanya punya replika yang sudah terpasang di depan Museum.
 
Ia berharap, keberadaan museum ini nantinya dapat menjadi media pembelajaran khususnya bidang sejarah di Batam. Selain itu, menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi kota yang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia ini. "Beberapa sejarah ada kaitannya dengan negara tetangga. Bahkan akan ada tokoh-tokoh bersejarah wilayah serumpun Melayu ini," ungkapnya.
 
Museum kebanggan Batam tersebut, ada beragam kategori benda peninggalan sejarah. Salah satunya, Kategori Infrastruktur Batam, yang akan disandingkan dengan benda-benda lain peninggalan sejarah kejayaan Melayu dan sebagainya. Adapun, segmen infrastruktur ini akan menceritakan bagaimana Batam yang dulunya kota administratif, hingga menjadi kota seperti sekarang ini.
 
 
Andi Pratama
 
Top