{[["☆","★"]]}


MESUJI I KEJORANEWS.COM: Diduga puluhan ribu ton padi hasil Salah satu warga Mesuji Timur yang tidak mau di sebutkan namanya menjelaskan, panen petani saat ini banyak keluar ke-Kabupaten-kabupaten lain yang ada di Propinsi Lampung dan ada juga berpindah ke-Provinsi Sumatra Selatan(Sumsel). 

Para Agen-agen atau kentula yang berdatangan ke-Kabupaten Mesuji hanya untuk membeli gabah(padi ) hasil panen Petani di Mesuji dengan harga 4500/kg dan diduga mengeruk keuntungan untuk pribadi dari petani padi Mesuji Lampung, ujarnya, uajarnya.

Padahal pemerintah Kabupaten Mesuji sendiri dari Dinas Pertanian sudah banyak memberikan bantuan seperti traktor, kombet, pupuk dan juga bibit Padi pada masyarakat petani Mesuji.

Hal ini tentunya dari hasil Ekonomi Pertanian Pemerintah Kabupaten Mesuji diduga lalai dalam peningkatan pendapatan Daerah yang mana hal ini sangat menunjang pendapatan Daerah apa bila padi hasil panen petani Mesuji dapat di kelolah oleh pemerintah dan hasil petani tidah keluar lagi Kapupaten lain atau ke-Provinsi lain.

Kondisinya saat ini perjuangan pemerintah Kabupaten Mesuji diduga gagal dikarenakan tidak bisa memakmurkan petani serta tidak dapat mensukseskan pendapatan daerah Pemkab Mesuji dan tidak dapat mengelolah hasil petani itu sendiri bahkan juga tidak dapat memunculkan hasil petani Mesuji, lanjutnya.

Salah satu warga bernama Jirin(45) mengatakan, sangat disayangkan belum ada penampungan padi dari pemerintah itu sendiri atau pengelolaan beras yang dilakukan pemerinta, coba kalau pemerintah dapat megelolah hasil petani padi sendiri di Mesuji tentunya ribuan ton padi tidak keluar tapi kalau pemerintah Mesuji bisa mengelolah hasil panen padi masyarakat tentunya dapat menjadikan petani Mesuji menjadi makmur dan dengan cara panen sendiri, kelolah sendiri seperti pemasaran sendiri maka kabupaten Mesuji mendapatkan hinkan pendapatan Kabupaten Mesuji, tuturnya.

Petani berharap Pemkab Mesuji agar bisa mengelolah sendiri hasil panen padi, supaya masyarakat Mesuji Lampung bisa menikmati hasil panennya sendiri, lanjutnya.

Ketua Komisi A DPRD Mesuji Suyadi dari praksi partai Gerindra mengatakan, "ya harus pemerinta sediri yang mengelolah hasil panen padi milik petani Mesuji, maka akan muncul aikon beras Mesuji dan apa padi tersebut bisa dikelolah pemerintah Kabupaten Mesuji sendiri serta juga menghasilkan tambahan Pendapatan daera, paparnya, Selasa(20/10/2020).

Hal ini tentunya masih ditunggu-tunggu masyarakat petani, kapan Mesuji punya pengelolaan padi menjadi beras dan dapat memasarkan produk beras itu sendiri ke-pasaran Ekonomi Nasional. Agar pemerintah Kabupaten Mesuji dapat memikirkan perekonomian Kabupaten Mesuji lebih maju, lanjutnya ketika di konfirmasi di kediamannya.

(HP/Yusri)

 
Top