{[["☆","★"]]}

Bentuk Beras Bansos Covid-19
MESUJI I KEJORANEWS.COM: Diduga Bantuan sosial  berupa beras, di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji Lampung untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 menuai kritikan. Beras yang menjadi item utama bantuan tersebut dinilai tidak layak konsumsi.

Pantauan dilapangan beras yang disebut sebagai beras premium yang ditemukan dibeberepa orang warga di Kecamatan Mesuji ini diduga memiliki mutu kualitas yang sangat rendah, beras terlihat berwarna kehijauan, pecah-pecah atau kecil-kecil dan mengeluarkan aroma yang tak sedap serta berbubuk boleh dikatakan beras tersebut cocok untuk ayam ataupun bebek. “Beras ini sangat tidak layak konsumsi, bahkan mutunya saja lebih rendah dari Raskin,” kata salah seorang warga Desa Wiralaga bernama Bunga(bukan nama sebenarnya).

Beras tak layak konsumsi yang diterima warga dianggap Bunga diduga sebagai cerminan ketidakmampuan Perum Bulog Subdivre Mesuji-Lampung memilah dan memastikan beras yang disalurkan kepada warga merupakan beras yang layak dikonsumsi.

Hal serupa tak hanya dialami Bunga namun Warga lainnya berinisal Mawar(nama samaran) juga terpaksa menjual sebagian beras Bulog yang diperolehnya. Alasannya, beras tidak layak dikonsumsi.

Satu karung beras seberat 10 kg itu dimanfaatkan Mawar dengan cara dijual dan satu karung beras lagi dikonsumsi.

"Saya siasati, beras Bulog yang saya konsumsi saya campur dengan beras lainnya yang kualitasnya lebih bagus," terangnya, Selasa(27/10/2020).

"Harapan saya beras yang tak layak dikonsumsi itu dioplos dengan beras yang kualitasnya lebih bagus namun saat sudah masak, berasnya mekar (mengembang) dan rasanya tidak begitu enak. Saya jadi bingung untuk mengkonsumsi berat bantuan ini," tuturnya.

Ketika krew media ini konfirmasi pada Camat setempat melalui sebuah pesan singkat WhatsApp tidak ada anggapan, hanya dibaca dan sampai berita ini diterbitkan tak ada balasan dari Camat.

(yanguji)

 
Top