{[["☆","★"]]}

Sarifudin Bersama Warga Sekitar
TUBABA I KEJORANEWS.COM: Buah kesabaran seorang warga bernama Sarifudin Yuri dari Desa Daya Murni, Kecamatan Tumi Jajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat yang menekuni bisnis Kerupuk dengan pengasilan puluhan juta perbulan dan berharap dapat bantuan atau perhatian khusus dari Kabupaten setempat agar bisa mengembangkan usaha bisnis kerupuk di Kabupaten ini supaya bisa menambah pengasilan buat Ibu-ibu setempat.

Agus S Sudirman menjelaskan, sebuah usaha kecil jika di lakoni dengan serius, bukan tidak mungkin akan menjadi usaha yang besar dan menguntungkan. Seperti usaha kerupuk rumahan Pak Sarifudin ini mas, kebanyakan orang pasti meremehkan karena harga jual yang tidak seberapa. Bayangkan harga kerupuk hanya 2500 rupiah perbungkus. Dengan harga jual sebegitu murahnya belum dipotong biaya produksi dan lainnya paling pembuatnya hanya mendapatkan untung 500 rupiah saja atau bahkan kurang, jaman sekarang uang dengan pecahan 500 rupiah saja sudah jarang ditemui. Rata-rata kebanyakan orang pasti berpikiran demikian, jelasnya pada krew media Kejoranews.

Tapi tahukah anda ada pengusaha kerupuk yang beromset 10 juta pebulannya kurang lebih dan ada juga yang berhasil mendapatkan penghasilan 15 juta bersih tiap bulannya seperti bapak ini. Semua itu didapat dari hanya usaha membuat kerupuk rumahan. Mengapa mereka bisa sukses seperti itu ?

Sarifudin Yuri pemilik usaha kerupuk pun mengatakan, sebetulnya usaha ini tidak bisa di nilai menguntungkan dari produk yang dibuatnya, belum tentu bisa lebih menguntungkan usaha yang menjual mobil, dengan usaha menjual kerupuk, sangat bisa terjadi pengusaha kerupuk lebih sukses di banding dengan pengusaha mobil misalnya. Karena kesuksesan sebuah usaha itu kuncinya ada di pelaku usahanya sendiri. Sebuah usaha bisa memberikan keuntungan jika dijalankan dengan serius, tekun dan juga konsisten. Usaha kerupuk yang hanya mengupulkan uang recehan saja jika di kerjakan dengan konsisiten maka hasilnya akan sangat menguntungkan, sebagai info pengusaha kerupuk yang diceritakan Agus S Sudirman diatas tadi, "saya kini bisa berpenghasilan 30 juta perbulan mas, usaha ini di rintis mulai dari tahun 2008 dengan modal 300 ribu rupiah, usahanya di jalankan secara turun temurun dan di kerjakan secara konsisten maka setiap bulan bisa menghasilkan sebegitu besar keuntungan," pungkasnya.

Intinya jika kita menjalankan sebuah usaha jangan sampai merasa bosan untuk menjalankannya karena salah satu dari rahasia kesuksesan itu adalah menjalankan usaha secara konsisten, jika kita menjalanan usaha baru berjalan 1-2 tahun sudah banyak mengeluh, bosan, malas dan berahir dengan mengganti jenis usaha baru lainnya, maka kesuksesan itu akan sulit didapat. Bagaimana bisa sukses mengganti jenis usaha baru lagi kan kembali mulai dari nol lagi, sifat pengusaha begitu bisanya, dengan membuka usaha baru lagi pun tidak akan bertahan lama usahanya, akan terus berlanjut seperti itu, tuturnya, Minggu(13/9/2020).

Untuk itu jika anda sedang menjalankan usaha hendaknya jangan cepat merasa bosan dan mengeluh dan juga jangan cepat tergiur dengan usaha lainnya. Jika usaha anda sedang sepi pembeli bukan berarti anda harus mengganti usahanya, tetapi evaluasi lah apa yang membuatnya sepi pembeli, karena usaha yang lain juga pasti mengalami pasang surut. Jika di pikir usaha kerupuk yang kami jalankan sejak tahun 2008 juga pasti tidak selalu berjalan dengan mulus, pastinya dialami juga masanya sepi pembeli dan banyak permasalahan lainnya. Apalagi saat ini terkait dampak covid-19, pendapatan pastilah menurun, lanjutnya.

"Saya hanya cabang dari punya orang tua saya, Kalau tokoh besar aslinya punya Bapak yang ada di Lampung Tengah, Bandar Jaya. Awal mula bapak saya jualan remukan kerupuk dengan harga jual 1500 dulu itupun mengambil punya orang atau menjualkan punya orang, namun lama kelamaan kita kerjasama langsung dengan Pabrik kerupuk dari pulau Jawa Barat, Tasik Malaya dan awal mula saya cuma pesan 10 Kg. Saya pribadi merintis 6 bulan namun alhamdulillah kini sudah bisa mesan 50 Kg per tiga hari sekali, kata Sarifudin pada krew media sambil menikmati secangkir copy di kediamannya.

(Yusri)

 
Top