{[["☆","★"]]}
Salah Satu Arena Gelper di Batam -
BATAM I KEJORANEWS.COM : Gelanggang Permainan Elektronik  ( Gelper) dinilai oleh seorang pemain sangat merugikan dirinya, namun untuk berhenti ia tidak bisa karena telah candu dengan sejumlah permainan yang ada di Gelper tersebut.

" Saya hobi main tembak burung dengan tembak kupu-kupu bang. Kalau permainan judi lainnya saya gak hobi, " jelas pria berinisial AC yang kelihatan hampir tiap hari di salah satu Gelper di Batam. 

Dalam 1 malam dikatakannya ia hampir tiap hari kalah Rp 3 juta hingga Rp 7 juta.

" Ngeri bang, kalau saya gak pernah menang, kalau menang main lagi kalah lagi. Bisa Rp 3 juta sampai Rp 7 juta saya kalah. " Ujarnya lagi.

Karena candu dan tidak bisa berhenti bermain, ia meminta ideal nya Gelper di Batam ditutup saja, karena menurutnya masih banyak hiburan lain yang lebih tidak merugikannya.

" Kalau bisa kita minta penegak hukum dan Dinas Pariwisata Kota Batam menutup saja. Gelper2 ini," ujar AC yang tak ingin disebutkan namanya.

Lain halnya dgn, RZ seorang pemain jakpot buah. RZ mengaku setiap hari ia mengalami kekalahan hanya Rp 1 juta tiap harinya.

" Rp 1 juta tiap hari saya kalah. Kalau saya memang saya banderol perhari kalah segitu. Kalau sudah saya pulang, " kata RZ.

Ia mengaku memang pernah mendapat hose bar merah hingga Rp 5 juta, namun beberapa hari berikutnya ia main selalu kalah.

" Kadang enak ada masa Covid-19 semua tempat tutup, jadi uang gak habis di Gelper. Idealnya Gelper tutup ajalah, hiburan lain kan masih banyak, " ujarnya sambil senyum.

Ia juga berharap agar pihak berwenang segera menutup Gelper di Batam, karena keberadaan Gelper tersebut bukannya didatangi oleh wisatawan luar seperti Singapura atau Malaysia,  namun lebih banyak oleh orang lokal yang bekerja sebagai buruh.

Rdk
 
Top