{[["☆","★"]]}
Pengurus Laskar Ampera Kepri -
BATAM I KEJORANEWS.COM : Di tengah Bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia masih bertungkus lumus menghadapi musibah Covid-19, DPR RI yang menggulirkan Rancangan Undang Undang ( RUU)Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dinilai menimbulkan kegelisahan atau kerisauan baru di tengah masyarakat. Hal ini diungkapkan Ibrahim Koto, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Provinsi Kepulauan Riau.

Ibrahim menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 saat ini, telah menimbulkan multiplayer effect negatif kepada masyarakat. Dan lebih penting untuk diselesaikan dibanding membuat 
RUU HIP.

" Akibat Covid-19 saat ini, pengangguran bertambah,roda ekonomi berputar lambat,investasi menurun, pendidikan anak terhenti, kehidupan beragama terganggu dan masih banyak masalah lagi yang muncul. Ini Lebih membutuhkan aksi nyata negara dan  kontribusi dari segenap komponen bangsa." Ujar Ibrahim Irmanda Dt Rajo Bandaro dari Ikatan Keluarga Pasaman Batam, usai mengadakan rapat internal menyikapi di sekretariat Laskar Ampera, Batam Center . Minggu ( 21/6/2020).
Rapat Laskar Ampera Kepri

Menurut Ibrahim, RUU HIP  gagasan sangat tidak produktif, karena masih banyak tugas dan tanggung jawab lain yang harus diselesaikan, sehingga berbagai kelompok masyarakat di Indonesia juga menyampaikan aksi penolakan RUU HIP tersebut.

" Jangan rusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan memaksakan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila." Jelas Ibrahim Koto.

Ibrahim menduga ada semacam skenario disengaja untuk membuat komponen bangsa terpecah belah. Untuk itu ia dan Laskar Ampera meminta agar RUU HIP harus dihentikan.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden yang telah menunda pembahasan RUU HIP yang diajukan DPR.

" Kita berharap, Presiden bukan hanya menunda, melainkan menolak tuntas RUU HIP ini, karena jika diteruskan akan menimbulkan berbagai kegaduhan anak bangsa." Harapnya.

Rdk
 
Top