{[["☆","★"]]}
Surya Putra, ST, MM-
BATAM I KEJORANEWS.COM : Hujan selama 2 hari ( Jumat dan Sabtu, 19-20/6/2020), mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Batam mengalami banjir. Banjir yang hingga ke ruas jalan utama terjadi di wilayah Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja dan Villa Muka Kuning, Kecamatan Batu Aji. 

Mencermati hal tersebut, Laskar Ampera Arief Rachman Hakim (ARH) Angkatan 66 Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) meminta agar Badan Pengusahaan ( BP ) Batam sebagai pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ( KPBPB) Batam menyusun Master Plan Drainase untuk mengatasi banjir, dengan sekaligus memanfaatkan air hujan yang terbuang ke laut.
Banjir di Vila Muka Kuning, Batu Aji


" Drainase di Kota Batam saya lihat sudah tidak mampu lampu lagi menampung air hujan, sehingga mengakibatkan banjir. Air banjir  kemudian mengalir ke laut, di satu sisi Kota Batam masih membutuhkan air baku yang cukup banyak. Oleh karena itu BP Batam perlu membuat solusi dengan master plan drainase yang baik. Yang nantinya 2 permasalahan itu dapat terselesaikan." Ujar Surya Putra,ST,MM   Sekretaris Laskar Ampera ARH 66 Kepri di Sekretariat Laskar Ampera Anggrek Sari, Batam Center. Minggu (21/ 6/2020).

Lanjut Surya, dalam hal itu, BP Batam bisa mencontoh drainase yang dibuat oleh negara Singapura. Di mana air hujan dapat tertampung di drainase dan kemudian dapat diolah menjadi air baku.

" Di Singapura,tak satu titikpun air hujan yang mengalir ke laut dari daratan Singapura. BP Batam harus berani contoh Singapura, karena kondisi Singapura sama dengan Batam, sama sama tidak memiliki sumber air baku selain air hujan." Jelas Surya.


Rdk
 
Top