{[["☆","★"]]}
Penanganan Korban -
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Senin pagi ( 11/5/2020) suasana di pelabuhan pering sempat gempar dengan ditemukannya mayat lelaki yang terbaring diatas salah satu meja lapak pasar ikan di pelabuhan tersebut. korban yang diketahui telah hampir 2 bulan berada di Pelabuhan itu, akhirnya diketahui bernama Raja Irpirdaus bin Raja Idris alias Sulaiman.

Dari identitas yang berhasil diperoleh oleh pihak kepolisian Resort Natuna, korban kelahiran Meral Tanjung Balai Karimun itu berusia sekitar 64 tahun.
Korban saat Ditemukan 


Kapolres Natuna AKBP. Ike Krisnadian melalui Kabagops Polres Natuna, Kompol Hendriyanto menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 7.30 WIB. Sementara untuk dugaan penyebab kematian korban masih dalam proses penyidikan.

“Kita masih lakukan Lidik, sementara penanganan kita ikuti protokol Covid- 19,” jalas Kompol Hendriyanto, Senin (11/5/2020).

Sementara itu menurut keterangan dari Saksi Adri yang rumahnya hanya beberapa meter dari tempat Kejadian Perkara- TKP, sebelum meninggal pada malam harinya ia sembat berbincang dengan korban, dan korban mengaku sedang tidak sehat serta sudah 3 hari tidak makan. pada malam itu korban hanya minta minum milo es dan menolak ketika ditawari makan.

“Biasanya kami sering kasih bapak tu makan, tapi dah 3 hari ni dia tak ada kesini,cuam tasi sore ada minta milo es,” ujar Adri.

Sebelumnya korban bekerja sebagai AKB Kapal Ikan Sejahtera, namu karena kapal tidak dapat berlayar maka korban yang tidak memiliki saudara di Natuna itu memilih tinggal di kapal dan sekitar pelabuhan Pering.

Pihak gugus Tugas Covid- 19 memberikan penanganan khusus sesuai protokol Covid19 kepada jenazah korban. Meski akhirnya dipastikan korban meninggal bukan akrena Covid-19, namun hal itu dilakukan berdasarkan keterangan yang dihimpun tim medis saat menerima laporan mengenai penemuan mayat tersebut.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Natuna, Hikmat Aliyansyah, kepada wartawan di Ranai mengatakan, selain itu mengingat riwayat perjalanan korban sebelumnya yakni bekerja sebagai nelayan kapal rawai milik Nelayan Tanjung Balai Karimun dan juga korban mengaku sakit sesak nafas sebelum meninggal.

“ Karena mendengar keterangan saksi bahwa sebelumnya korban pernah kontak dengan nelayan dari Karimun dan Tanjung Pinang, maka kita lakukan pemeriksaan dengan protokol Covid 19,” jelas Hikmat.

Guna mengengetahui apakah korban mengidap Covid-19 atau tidak, serta guna mengantisipasi  terjadinya penularan Covid-19, seluruh nelayan pering yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan korban sebelum korban pada hari yang sama diperiksa menggunakan rapid test oleh pihak kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Natuna.

Setelah diapstikan korban meninggal dikarenakan sakit dan tidak tertular Covid-19, langsung dimakamkan ditempat pemakaman umum batu Ampar Kelurahan Ranai pada Senin Petang.

( Pur)
 
Top