{[["☆","★"]]}
Kapal Ikan Asing di perairan Anambas -
ANAMBAS | KEJORANEWS.COM : Nelayan tradisional di Kabupaten Kepulauan Anambas merasa mulai terancam mata pencarian dan keselamatan saat melaut untuk mencari ikan. Hal ini disebabkan maraknya Kapal Ikan Asing (KIA) melakukan pencurian ikan (Ilegal Fishing) di wilayah perairan Anambas-Natuna, Kepulauan Riau.


"Kami sekarang terasa terancam di laut, kapal ikan asing dari Thailand, Vietnam dan Cina selalu ada dalam dua bulan belakangan ini," kata Abu Sahrin salah seorang nelayan di Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan. Senin (13/04/2020).

Berdasarkan kejadian dilapangan, Abu menceritakan bahwa pada Senin 6 April 2020 melihat KIA Cina melakukan penangkapan di dekat lokasinya memancing.

"Kami tengah memancing dilokasi karang kami, kapal tersebut tembak lurus dengan menurunkan jaring," jelasnya.

Abu mengakui ada sekitar 9 buah KIA Cina didekat lokasi dirinya memancing.

"Ada 9 buah kapal ikan Cina di lokasi itu, jaraknya sekitar 60 Mil dari Tekong Belayar, sebelah utara. Saat melihat, kami langsung foto dan videokan," kata Abu dengan rasa emosi.

Abu juga menambahkan, selain melihat keberadaan kapal Cina, dalam dua bulan terakhir sering melihat langsung keberadaan kapal ikan dari Vietnam dan Thailand.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Nelayan Desa Ladan Kecamatan Palmatak Yupin menuturkan bahwa nelayan tradisional sudah resah dengan maraknya keberadaan ikan asing.

"Dilaut Anambas sudah ramai kapal dari Vietnam dan Thailand, anggota nelayan kami sering melapor, kami siap mengadu kepada Bupati dan Lanal" ungkapnya.

Selain mengancam pendapatan nelayan tradisional, Yupin mengatakan keselamatan nelayan juga terancam.

"Nelayan jadi takut melaut, yang di laut tidak berani melanjutkan cari ikan, bahkan langsung pulang," keluh Yupin.

"Nelayan sudah resah dan marah, kalau tidak ada respon pemerintah dan instansi terkait kami akan datangi ramai-ramai," tutupnya.

(Ardian)
 
Top