{[["☆","★"]]}
 Babinsa bersama FMPP dan Kru Radio Singosari -
BREBES I KEJORANEWS.COM : Sesuai dengan program " Gerakan Kembali Bersekolah" yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Brebes, Desa Cenang di tahun 2020 saat ini sudah berhasil mengembalikan sebanyak 104 anak untuk dapat kembali bersekolah di sekolah formal dan 53 di sekolah non formal. Hal ini diungkapkan Babinsa Kodim 0713 Brebes, Serka Yuli Haryo Saputro bersama Moh. Pakhruroji Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan ( FMPP) Desa Cenang secara langsung di On Air Radio Singosari Brebes.Rabu (04/03/2020).

" Berawal dari permasalahan yang muncul di lingkungan desa tentang banyak anak yang tidak sekolah yang dikeluhkan warga, kami dengan dukungan penuh dari Kades melaksnakan program tersebut. Dalam program tersebut di tahun pertama 2016 ada 5 anak yang kita kembalikan bersekolah, di 2017 ada 33 anak. Tahun 2018 ada 20 anak, Tahun 2019 ada 63 anak. Dan jumlah sampai saat ini bersekolah di Formal ada 104 anak dan Non Formal 53 anak. " Ujar Muhammad Pakhuroji.

Lanjut, M. Pakhuroji, dari 5 anak yang terjaring di awal 2016 itu, akhirnya terbentuk Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) tingkat desa.

“ Kami bekerjasama dengan beberapa sekolah untuk bisa melanjutkan pendidikannya bagi anak -anak itu. Di Pondok Pesantren Yayasan Darul Farokh yang berada di Harjosari Lor ad a 30 anak  yang tinggal di Pondok tersebut. Ada yang sekolah SMK, MA, SMP, MTs dan SD serta ada seorang anak yang kuliah  Politeknik Purbaya di Talang Tegal dan sudah semester 2  “. Tutur Muhammad Pakhuroji.

Serka Yuli Haryo menambahkan, bahwa  dari sikap Kepala Desa Imam Rifa’i (48 tahun) yang purna di bulan Februari 2020 lalu, yang peduli pendidikan, dirinya kemudian memberikan dukungan.

" Saya dari Babinsa Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes bersama FMPP berkeliling ke warga dari pintu ke pintu untuk mengajak putra-putrinya yang putus sekolah. Saya berikan motivasi kepada orang tua dan anak-anak yang tidak bersekolah untuk melanjutkan lagi. Terkadang orang tua  agak kolot m dan kurang wawasan untuk pentingnya sekolah bagi anak-anak mereka, sehingga saya Door To Door, ” Papar Serka Yuli Haryo.

Tambah Serka Haryo, “Group WhatsApp sebagai cara sosialisasi untuk mendapatkan bantuan dari orang-orang rantau TKI/TKW putra asli Desa Cenang baik yang ada di Jakarta bahkan diluar negeri seperti Jepang dan Korea. Mereka membantu dalam pendanaan yang selanjutnya disampaikan langsung pelaporannya secara transparan baik penerimaan dan penggunaan dana bantuan dana diantaranya dari Dana Desa, CSR, APBD II dan Swadaya, " Tambah Babinsa ini.

Anak tak sekolah meliputi 3 kategori, yakni anak yang belum sekolah tapi sudah usia sekolah, anak lulus tidak lanjut dan anak putus sekolah.

Sebelumnya, Sekda Brebes, Djoko Gunawan saat mempresentasikan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) di Jakarta, Selasa (9/7/2019), menyampaikan bahwa sejak diluncurkan pada 2017 lalu, program Gerakan Kembali Bersekolah baru dapat mengembalikan 4.074 anak untuk bersekolah atau baru 23,37 persen saja yang tertangani.

" Di kabupaten Brebes jumlah 17.429 anak tak sekolah itu tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes, " urainya.

 (Salam)
 
Top