{[["☆","★"]]}
Materi Rakornas Pamtas 2020
NASIONAL I KEJORANEWS.COM: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Perbatasan (Rakornas Pamtas) Negara tahun 2020. Kamis, (12/03/2020)

Kegiatan dibuka langsung oleh Menkopolhukam RI Bpk Prof. DR. Mahfud MD, SH, SU, MIP selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Dan juga dihadiri oleh Mendagri sekaligus sebagai Ketua BNPP, (11/3) di Pullman hotel Jakarta.

Didalam Pelaksanaanya Rakornas dibagi menjadi lima sesi, dengan narasumber:
Mendagri, dengan judul “Kebijakan dan program Stra Pengelolaan perbatasan Negara”.
Bappenas, Kemhan dan Kemenlu, dengan judul “Arah bijak dan stra penguatan Hanneg dan Kamnas serta perjanjian internasional kerma pengelolaan perbatasan negara”.
Ka BNN, Ka BNPT dan Ka BNP2TKI, dengan judul “Bijak dan Stra cegah dan Gul kejahatan transnasional di perbatasan negara”.
Kemenkeu, Kemenkumham, Kemenkes, Kementan dan KKP, dengan judul Penguatan sistem riksa dan Yan lintas batas negara bidang imigrasi, pabean dan karantina”.
Asops Panglima TNI, Asops Kapolri, Ketua Denas & Stra BIN dan Ka Bakamla dengan judul, “Bijak dan strapam perbatasan negara dan Kamnas”.

Kapolda Kepri (tengah) Bersama Peserta Rakornas Pamtas 2020
Kegiatan Rakornas ditutup oleh Deputi Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, dengan kesimpulan:

Negara harus hadir hingga ke perbatasan dan diisi dengan kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pengamanan perbatasan fokus jaga kedaualatan Negara, Pengelolaan PLBN fokus pada pengelolaan pabean, imigrasi dan karantina terhadap lalu lintas orang dan barang, Pamtas dengan pendekatan soft/hard border, Pengamanan untuk  memperkuat & terintegrasi darat, laut dan udara.

Penambahan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) secara terencana dan bertahap ( skala prioritas ), Cegah gar perbatasan melalui patroli keamanan darat, laut dan udara, kerma negara tetangga, K/L dan libatkan masyarakat serta Perkuat pertahanan ruang udara, Pal non alutsista (radar sipil, sistem penginderaan dan peringatan dini).

Wujudkan integrated border system management dengan susun database kelola perbatasan, Rumuskan regulasi (SOP dan mekanisme kerja), tingatkan kapasitas SDM, Teknologi Hankam, Sarpras Hankam, Parmas, Diplomasi & Kerma internal.



Humas/Andi
 
Top