{[["☆","★"]]}
Wawako Batam Sosialisasikan Rencana Pembangunan RS Khusus Virus
BATAM I KEJORANEWS.COM: Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) mensosialisasikan rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi Virus kepada masyarakat. Sabtu, (07/03/2020)

Lokasi pembangunan RS Khusus tersebut, bertempat di kawasan bersejarah bekas pengungsian warga Vietnam korban perang dunia ke II yang berada dalam sebuah pulau terhubung melalui jembatan, di Kelurahan Sijantung, Galang - Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan kebijakan pemerintah pusat untuk mengembangkan fasilitas di kawasan eks Camp Vietnam menjadi RS Khusus.

"Sosialisasi ini penting supaya tidak ada mis informasi atau salah pemahaman di tengah masyarakat, terkait Virus Covid -19, ini adalah kebijakan nasional yang mana keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar akan diutamakan. Jadi diharapkan kita dapat mendukung itu, " terangnnya yang dihadiri sejumlah perwakilan warga setempat, (5/3) di Halaman Kantor Camat Galang.

Rumah sakit ini akan dapat menjadi aset bagi Batam, yang nilainya luar biasa. Alat medisnya akan lengkap, tenaga spesialisnya juga akan banyak. Akan dibuat dengan fasilitas 1.000 tempat tidur, 50 di antaranya ruang isolasi.

Berikutnya, dalam pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarja menyampaikan antara lain tentang cara penyebarannya, data mengenai tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini, hingga cara pencegahan agar tidak tertular penyakit Covid-19 tersebut.

“Corona ini mudah tersebar, seperti penyakit flu. Tapi Penyebaran virus ini melalui droplet (cairan dari saluran pernapasan seperti batuk atau bersin). Droplet ini paling jauh 1,8 meter jauhnya. Atau mungkin virus berpindah dari droplet yang tak sengaja kita sentuh di tempat umum, misal pegang gagang pintu," ungkapnya.

"Maka kita dianjurkan untuk sering cuci tangan. Jumlah yang meninggal 2 persen, kecil dibanding penyakit lain seperti Sars, Ebola, Flu Babi, Merscov. Dan dari 2 persen yang meninggal itu sebagiannya orang tua dan yang sudah punya penyakit. Sedangkan orang muda dan sehat, angkanya jauh di bawah 1 persen," tutupnya pada sosialisasi yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.



Andi Pratama
 
Top