{[["☆","★"]]}
PLT. Bupati Lampura dan Jajaran -
LAMPUNG UTARA I KEJORANEWS.COM : Pemerintah Kabupaten Lampung Utara ( Lampura) masih terus bekerja keras dalam mengatasi masalah kekurangan gizi ( gizi buruk)/ stunting karena hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik terhadap ibu maupun bayinya. Hal ini disampaikan Plt. Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, S.E., M.M., pada kata sambutan nya dalam acara aksi percepatan penurunan stunting  terintegrasi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020 yang dilaksanakan bertempat di Aula Dinas Pertanian pada hari Selasa (10/03/2020).

Menurut Budi, gangguan kesehatan stunting ini dapat menyebabkan tubuh menjadi pendek yang diakibatkan kurang gizi kronik. 

Lanjutnya, Balita ( Bayi 5 Tahun) dan Baduta (bayi di bawah usia 2 tahun) yang mengalami Stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan nantinya di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas, yang secara luas akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan tingkat kemiskinan dan memperlebar ketimpangan, karena itu permasalahan stunting harus ditangani secara serius untuk menghindari hilangnya sebuah generasi.

" Melalui rembuk stunting diharapkan kita semua dapat semakin bersemangat dalam memberikan kontribusi terhadap solusi penanganan
terdapat 2 solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan Stunting yaitu:
1.Intervensi spesifik diarahkan untuk mengatasi penyebab langsung masalah Stunting
2. Intervensi sensitif diarahkan untuk mengatasi penyebab tidak langsung yang menjadi akar masalah dan dampak jangka panjangnya. " 

" Intervensi spesifik berupa imunisasi, program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita serta kegiatan penanganan gizi secara langsung. Intervensi sensitif dilakukan oleh sektor non kesehatan, antara lain penyediaan air bersih, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, yang sasarannya adalah masyarakat umum." Terang Budi.

Dijelaskannya lagi, secara tidak langsung, stunting disebabkan lingkungan kesehatan yang buruk. oleh karena itu kegiatan peningkatan kebersihan harus lebih digalakkan. seperti Jum'at bersih, pemberantasan sarang Nyamuk, pembuatan lubang biopori, septic tank komunal, sumur bor, selokan dan drainase,untuk mendukung kesehatan lingkungan masyarakat.
program pengentasan kemiskinan dan kesehatan, seperti PKH, JKN, Jampersal, BSPS atau program Bedah Rumah, pemberian Raskin, pemberian Subsidi dan program pengentasan kemiskinan lainnya,menjadi sangat penting dalam rangka mendukung percepatan penurunan Stunting.

Turut hadir dalam acara para Asisten, kepala OPD, anggota DPRD,Camat, wakil ketua tim penggerak PKK  Hj. Nur Endah Sulastri, S.Pd., M.M.,& ketua PKK kecamatan,Kades Lokus Stunting, kepala Puskesmas,Bidan Desa, Pendamping Desa,Pengelola Gizi Puskesmas&para pengelola Promkes Se-Kabupaten setempat.


(Edian)
 
Top