{[["☆","★"]]}
Muh. Nasrul Arsyad, SE. M.Si -
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Penolakan terhadap rencana kedatangan kapal nelayan Pantai Utara (Pantura) Jawa semakin meluas, selain disuarakan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Anambas juga turut menyatakan sikap penolakannya secara tegas. 

Ketua Kadin Kepulauan Anambas, Muh. Nasrul Arsyad, SE. M.Si, menyampaikan pihaknya jelas menolak kehadiran nelayan Pantura tersebut. Ungkapnya penolakan itu ia lakukan setelah mengkaji bahwa kedatangan kapal cantrang tersebut tidak berdampak secara ekonomis terhadap perekonomian masyarakat Anambas. 

"Dari sisi mana bisa dikatakan, bahwa kapal nelayan cantrang tersebut berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat..?," ujar Nasrul, dengan nada bertanya, kepada sejumlah media, di Anambas, Selasa (4/2/2020). 

Ia menjelaskan, kapal cantrang yang sebelumnya beroperasi di laut utara Jawa itu, dimiliki oleh pengusaha-pengusaha kelas kakap, yang sudah pasti hasil tangkapannya tersebut untuk kepentingan pengusaha dimana domisili perusahaan itu berada di luar Natuna dan Anambas. 

"Pertama, kalo kita kaji, nelayan yang datang dari Jawa, tidak melibatkan nelayan lokal, kedua, perusahaan itu berdomisili di luar Anambas, artinya dari sisi pajak, daerah tidak mendapatkan hasilnya, kemudian, dari sisi perbekalan logistik (lump sum), mereka sudah disupport oleh perusahaan mereka, sebelum beroperasi. Jadi, hampir dipastikan, keberadaan mereka itu, tidak memiliki multiplier efek, terhadap perekonomian Natuna dan Anambas," jelas Nasrul. 

Jika pun ditinjau dari aspek efek dominonya, lanjut Nasrul, tidak akan berbanding linear dengan dampak kerusakan yang diakibatkan oleh alat tangkap mereka. "Dengan menggunakan alat tangkap cantrang, hanya akan merusak ekosistim dan biota laut di wilayah Natuna Utara dan Anambas. Kerusakan itu, tidak sebanding dengan efek ekonomi terhadap masyarakat lokal," terangnya.

Diketahui saat ini nelayan Anambas menyesalkan pemerintah pusat mendatangkan nelayan Pantura di laut Natuna Utara tanpa memberdayakan terlebih dahulu nelayan lokal Natuna dan Anambas. Hal ini pun tentu akan membuat resah nelayan karena nelayan Pantura menggunakan alat tangkap pukat cantrang yang dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem laut seperti terumbu karang, benih ikan dan lainnya.

( Ardian)
 
Top