{[["☆","★"]]}
Laksdya TNI Yudo Margono dan Jajaran-
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Kabar tentang klaim Cina atas Laut Natuna Utara semakin memanas didengar oleh masyarakat, terutama masyarakat Natuna. Sebagian  masyarakat mulai resah karena  isu akan terjadi perang bila Cina tetap bersikukuh tidak mengakui bahwa Laut Natuna Utara, merupakan bagian dari kedaulatan Republik Indonesia.

Karena itu pula saat ini Pemerintah Indonesia, melalui Komando Gabungan Wilayah pertahanan  I telah menugaskan 7 Kapal Perang  republik Indonesia untuk menjaga kawasan Laut Natuna Utara.3 diantaranya tengah berada diFaslabuh TNI AL di Selat Lampa Natuna usai melaksanakan operasi laut dan sedang melakukan pengisian logistik serta Bahan bakar.
Sementara itu, sejauh ini dari hasil pantauan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, kondisi di Laut Natuna Utara masih belum ada perubahan. Menurut Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, masih terlihat beberapa Kapal Ikan  Cina melakukan penangkapan ikan di kawasan tersebut.

“Hari ini masih seperti kemarin, jadi kapal – kapal ikan cina masih melakukan penangkapan ikan di timur laut Ranai ini, kurang lebih 130 nautikal mill yang dikawal dengan 3 Coasguardnya,” jelas Pangkogabwilhan I, Laksdya TNI. Yudo Margono.

Melihat kondisi  ini , kemarin Pangkogabwilhan I juga telah menugaskan KRI untuk  melakukan pertemuan dengan Coasguard Cina dan  berkomunikasi  dengan baik. Diharapkan melalui komunikasi ini, pihak Cina mau meninggalkan Laut Natuna Utara, tanpa ada kericuhan.

“Harapan saya mereka mau persuasif meninggalkan perairan kita,” tambah Laksdya TNI. Yudo Margono.

Tugas KRI menjaga Laut Natuna Utara serta perairan Natuna , akan dilaksanakan hingga Cina menyadari bahwa kawasan tersebut sah milik Indonesia dan segera menarik Coastguardnya dari sana.

“Ya sampe selesai, sampai dia meninggalkan wilayah kita, kuat – kuatan. Kita mempunyai hak untuk mengusir mereka ya kita usir,” tandas Jendral bintang tiga ini. (Rom)
 
Top