{[["☆","★"]]}
Thomas AE
BATAM I KEJORANEWS.COM : Pengamat Lingkungan dan Bisnis Batam, Thomas AE menyampaikan  tidak menutup kemungkinan pemain-pemain mangrove (hutan bakau di produksi menjadi arang) dari luar/investor asing dan harus di tangkap dan diberikan sangsi seberat mungkin. Senin, (30/12/2019)

"Seperti ada pembiaran dan saya sangat prihatin melihat kondisi mangrove di Kota Batam khususnya. Dan perambahan mangrove ini tidak hanya terjadi pulau Batam saja di daerah Lingga, Tanjungpinang, Karimun, hingga wilayah Indonesia lainnya, seperti di Deli serdang - Sumut, Aceh, banyak hal serupa terjadi," terangnya.

Hal tersebut disampaikan, dengan maraknya aktifitas ilegal yang beredar, hingga penangkapan tiga kontainer arang bakau tanpa dokumen baru-baru ini yang terjadi di perairan Batam - Kepulauan Riau.

Ia melanjutkan, Batam khususnya menjadi salah satu tempat ekspor arang bakau, dan negara asean yang menjadi transitnya yaitu Singapura, untuk selanjutnya dikirim ke negara-negara lain.

Aktifitas produksi mangrove, menurutnya tidak hanya terjadi di tahun ini aja, beberapa tahun belakangan bahkan sudah ada sejak puluhan tahun. Dibatam dulu pernah ada di daerah Batu Aji, Dapur Arang namanya (tahun 80-90an) karena disana tempat produksi bakau menjadi arang. Dan sekarang dapur ini sudah merambah ke pulau-pulau lainnya, seperti wilayah Barelang.

"Perambahan hutan mangrove dilakukan oleh orang - orang tertentu atau tempatan untuk menebasnya. Untuk itu khususnya satuan keamanan perairan Bakamla yang menangkap penyeludupan arang bakau harus konsisten, disusut dan ungkap secara transparan. Supaya hukum itu benar-benar ditegakkan," tegasnya.

Hutan Bakau/Mangrove
Hutan Bakau ini fungsinya banyak sekali, Ia menjelaskan dapat menahan abrasi/pengikisan di pinggiran/bibir pantai, jika dibiarkan akan menghilangkan bibir pantai, daratan akan menyusut setiap tahunnya. Selain itu, sebagai tempat bertengger dan bersarang burung untuk bertelur, dan tempat berkembang biak biota laut (kepiting, udang, sotong, cumi, dll).

"Untuk itu, tidak ada cara lain mangrove ini harus dilestarikan, diibaratkan sebagai serdadu tanpa senjata. Karena mangrove ini mempertahankan bibir pantai tetap utuh dari pengikisan dengan berdiri kokoh menahan terjangan ombak," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan mangrove sangat bermanfaat untuk Bumi dan kehidupan manusia terutama salah satunya menghasilkan oksigen, dan menjadi salah satu paru-paru dunia. "Oleh karena itu, Ibu Negara, almarhum Ani Yudhoyono dan negara jepang menanam mangrove di Batam, hingga pemain sepak bola dunia Cristian Ronaldo menjadi duta mangrove di Bali. dan negara-negara lainnya menginginkan hutan bakau tetap lestari di Indonesia," katanya.

Untuk itu, bagi pengusaha jika mangrove ini menjadi komuditi ekspor harusnya dapat menanam kembali, jika suatu wilayah telah di produksi. "Tapi, nyatanyakan tidak sampai saat ini. Dan pengusaha mana yang kita dengar melakukan penanaman kembali mangrove setelah di tebas habis di Kepri ini khusunya Batam. Saya minta perusahaan yang memproduksi arang, untuk dilakukan audit dan kalau perlu KPK harus turun tangan, karena ini di ekspor melalui pelabuhan resmi bukan ilegal, tentu  banyak instansi terkait yang mengetahui," tutupnya kepada pewarta di kawasan Nagoya - Batam.



Andi Pratama
 
Top