{[["☆","★"]]}
Direktur Promosi dan Humas BP Batam (Dua dari Kiri)
BATAM I KEJORANEWS.COM : Badan Pengusahaan (BP) Batam, berkunjung ke Japan External Trade Organization (JETRO) di Singapura. Kamis, (19/12/2019)

Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang atau JETRO adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Pemerintah Jepang untuk mempromosikan perdagangan dan investasi.

Dalam diskusi, Analis Riset Informasi Ekonomi JETRO, Chizue Honda mengatakan bahwa Jepang tertarik pada pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

"Kami menaruh minat pada implementasi KEK di Batam, serta pergerakan logistik untuk barang dari satu kawasan ke kawasan lainnya, dan ekonomi digital juga merupakan salah satu bidang yang JETRO cermati di Batam," terangnya.

Jepang sebagai salah satu negara yang dari awal pengembangan Batam merupakan investor prioritas di Batam. Seiring kompetisi global, Jepang mulai bersaing dengan negara lainnya dalam nilai investasi.

Namun demikian, BP Batam masih memandang Jepang sebagai salah satu negara yang penting bagi investasi di Batam.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Promosi dan Humas BP Batam Dendi Gustinandar menyampaikan sektor industri kreatif dan ekonomi digital menjadi salah satu fokus ekonomi di Batam.

“Kami harap perkembangan sektor digital tersebut membawa variasi industri bagi investor Jepang," ujarnya.

Lanjut, Dendi Gustinandar menyampaikan bahwa rencana berikutnya untuk menyambangi kantor JETRO di Jakarta, guna membahas kepentingan pengusaha Jepang yang tertarik di Batam.

“Kami melihat Jakarta juga sebagai domain yang penting bagi para pengusaha Jepang yang ingin berinvestasi di Batam, selain Singapura karena kedekatan geografisnya,” tutupnya.

Pada kunjungan tersebut (17/12), turut hadir Kasubdit Promosi BP Batam, dan Liaison Officer (LO) BP Batam Singapura, serta Direktur Senior JETRO Kenichiro.

Pusat Dukungan Bisnis JETRO di Singapura didirikan pada Oktober 2001 untuk memfasilitasi pengembangan bisnis Jepang di Singapura serta negara-negara di sekitarnya.

Organisasi ini juga memberikan layanan informasi dan konsultasi gratis ke Usaha Kecil dan Menengah Jepang yang berencana untuk mendirikan cabangnya di Singapura maupun negara-negara tetangga.



Humas/Andi
 
Top