{[["☆","★"]]}
Peserta Mendengarkan Pemaparan dari Pemateri
BATAM I KEJORANEWS.COM : Dinas Kesehatan Kota Batam, menggelar penyegaran kader posyandu kota Batam tahun 2019. Stop stunting, dalam tema ''Dengan posyandu remaja kita ciptakan generasi sehat berkualitas''. Jum'at, (29/11/2019)
 
Pada pembukaan kegiatan, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan kegiatan semacam ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi, karena semua saling bergantungan. Pembangunan ekonomi harus adanya perubahan dan itu harus terciptakan.

"Selain itu, kita lagi fokus pembenahan kota ini, biar indah dan modern, dengan pembangunan pelabuhan cargo, pelebaran jalan, pembangunan infrastruktur," terangnya dalam sambutannya (28/11), di Hotel harmonie One, Batam Centre - Batam.
 
Foto Bersama Walikota Batam
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian dari pemateri oleh Anniesa Putri Juwita, SKM, MPH dan Kemistia Eva, SST, terkait kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan posyandu remaja dan sharing pengalaman pembentukan serta penyelenggaraan posyandu remaja dengan Forum Remaja Sehat (Fres). Peran lintas sektor dalam upaya penurunan stunting melalui pemberian tablet tambah darah remaja putri.

Dalam penyampaiannya, Pegawai Puskesmas Batu 10, Kemistia Eva, SST mengatakan baru - baru ini di Tanjung pinang, ada satu kasus peserta didik/pelajar dimana kedapatan sama orang tuanya/wali murid, di handphone pelajar tersebut berpose setengah telanjang, dan ketika di telusuri karena ikut - ikutan temannya.

"Prilaku seperti itu, diketahui sudah merupakan hal lumrah/banyak yang melakukan hal yang sama. Ini menjadi PR kita bersama untuk mengontrol perilaku remaja, dan selanjutnya mengembangkan bakat potensi yang mereka miliki untuk di kembangkan.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan kegiatan penyegaran posyandu, rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan mengumpulkan perwakilan kader dari 12 Kecamatan.

"Kita undang ada sekitar 300 Kader perwakilan dari 4 ribuan kader yang ada saat ini. Tiap tahun kita mengadakan dengan topik yang berbeda, tahun ini kita mengangkat program yang mana salah satu menjadi prioritas Kementrian Kesehatan, yaitu Stop Stunting," terangnya.

Ia melanjutkan, kegiatan ini selain untuk menyegarkan kader, mereka juga dibekali dengan stop stunting. Meminta peranan mereka terhadap masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Kalau di dunia angka stunting di Indonesia cukup tinggi. Dan untuk di Batam sendiri stunting cukup lumayan bagus, dan kalau bisa nomor satu rendahnya angka stunting.

Posyandu remaja baru terbentuk di Kota Batam dan baru ada tujuh (7) titik,  salah satunya berada di tiban baru - Sekupang. Dengan sasaran anak-anak remaja, terkait masalah edukasi seksual, dan lainnya. Dimana remaja kita saat ini cenderung denga bermain gadget merokok dan lainnya.

Menurutnya, gangguang pada gadget ini bisa berakibat pada terjadinya gangguan makan, sulitnya untuk konsentrasi, Anemia, sehingga prestasi di sekolah menurun, dan kecanduan berat jadi seperti orang sakau, kalau tidak dapat gadget ini, kasusnya sudah ada satu.

"Posyandu remaja, secara umum menerapkan budaya sehat kepada anak-anak remaja, pemberdayaan remaja dalam dengan pendampingan kegiatan positif remaja, peningkatan pengetahuan dan keterlibatan remaja melalui pemberdayaan posyandu remaja, mendukung kegiatan positif remaja khusunya dibidang kesehatan," tutup Kadis Kesehatan Batam.



Andi Pratama
 
Top