{[["☆","★"]]}
Kedua Terdakwa usai Persidangan -
BATAM I KEJORANEWS.COM : Abdul Panjang dan Rekannya Andi Fora, dua terdakwa yang nekad menyelundupkan calon tenaga kerja indonesia (TKI)/ pekerja migran secara ilegal ke luar negeri, akhirnya dituntut 20 bulan penjara, Senin (9/9/2019) di PN Batam.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti dalam amar tuntutannya menyatakan bahwa Kedua terdakwa (Abdul Panjang  dan Andi Fora - red) telah terbukti bersalah melanggar Pasal 4 Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa perkara ini agar menjatuhkan hukuman terhadap kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan,” kata Mega membacakan amar tuntutan.

Terhadap tuntutan ini, terdakwa langsung melakukan pembelaan (Pledoi) secara lisan, yang pada intinya meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini meringankan hukumannya.

“Yang mulia majelis hakim, Kami mohon keringanan hukuman. Kami menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” Pinta Kedua terdakwa dengan wajah memelas.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan dan Pledoi secara lisan dari kedua terdakwa, majelis hakim yang diketuai Taufik Nainggolan didampingi Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa kemudian menunda persidangan selama satu minggu untuk pembacaan putusan.

“Untuk putusan, sidang kita tunda selama satu Minggu,” Kata Taufik sembari mengetuk palu menutup persidangan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat dakwaan menjelaskan bahwa kedua terdakwa ditangkap oleh anggota Ditpolair Polda Kepri di Pulau Cemara, perairan Selat Riau, Barelang, Kota Batam.

Kedua terdakwa ditangkap pada saat hendak memberangkatkan 47 orang calon pekerja migran ke Malaysia tanpa memiliki dokumen resmi.

Dari kegiatan ini, kedua terdakwa meraup keuntungan sebesar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta dari masing - masing calon pekerja migran yang hendak diberangkatkan.

*Adonara*
 
Top