{[["☆","★"]]}
Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kepolisian Resor dan Kota (Polresta) Barelang selama menjalankan Ops Patuh Seligi 2019 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas. Jum'at, (13/09/2019)

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo menyampaikan pelaksanaan Ops Patuh Seligi yang dilaksanakan dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 10 September 2019, berjalan dengan lancar dan berhasil menekan angka kecelakaan dari tahun sebelumnya (Ops Patuh Seligi 2018).

"Dari data kecelakaan lalulintas  (Laka Lantas) dibandingkan dari tahun 2108, 2019. Saat operasi patuh di tahun 2018 terdapat 23 kejadian, dan di tahun 2019 ada 13 kejadian, artinya ada penurunan angaka 43%," terangnya saat konfrensi pers (12/9) di Mapolresta Barelang, Baloi - Batam.

Namun, menurutnya untuk pelaksanaan penindakan dan teguran terdapat peningkatan dari tahun sebelumnya, dan sebagaian besar pelanggar didominasi oleh usia 26 tahun sampai dengan 30 tahun,

"Untuk kegiatan penilangan dan teguran, ada peningkatan kurang lebih 170% dari pada tahun 2018, tilang tahun ini kita laksanakan sebanyak 2469 kali, kemudian teguran sebanyak 510 kali. Paling banyak yang kita tilang adalah kendaraan sepeda motor (R2) sebanyak 2.181 unit," ungkapnya didampingi Kasat dan Wakasat Lantas Polresta Barelang.

Lanjut, Kapolresta Barelang menyampaikan pada operasi patuh seligi ini fokus di 20% teguran, 20% prefentif, dan 60% Penindakan, serta Satlantas Polresta Barelang juga melaksanakan beberapa inovasi.

Menggandeng Samsat, Tokoh agama, Sosialisasi kepada siswa/SMA. Selama operasi patuh seligi terdapat pembayaran denda langsung di lokasi, menghimbau masyarakat serta penempatan spanduk-spanduk kerawanan berlalu lintas di titik rawan laka maupun rawan macet.

"Saya menghimbau kepada masyarakat siapkankan surat surat kendaraan agar bisa tenang, agar tidak ,menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas karena dihinggapi perasaan akan di tilang petugas. Berdisiplin dijalan raya, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan bagi pengguna jalan lainnya," tutup AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo.

Berikut Data perbandingan selama operasi Patuh Seligi tahun 2018 dan 2019:
Lakalantas:
Jumlah kejadian 23 dan 13, Meniggal Dunia 4 dan 1, Luka Berat 6 dan 4, Luka Ringan 28 dan 15, Rugi Materil Rp 40.400.000 dan Rp 12.900.000

Umur Pelanggar:
16 - 20 tahun 68 dan 168, 21 - 25 tahun 275 dan 378, 26 - 30 tahun 396 dan 788, 31 - 35 tahun 179 dan 453, 36 - 40 tahun 80 dan 268, 41 - 45 tahun 32 dan 177, 46 - 50 tahun 5 dan 155, 51 - 55 tahun 16 dan 74.

Jenis kendaraan yang melanggar:
Sepeda Motor 867 dan 2181, Mobil Penumpang 150 dan 233, Mobil Bus 7 dan 4, Mobil Barang 24 dan 51.




Andi Pratama
 
Top