{[["☆","★"]]}
Syahrul Wardi Ka. Syahbandar Laut Didampingi AKP Nurman Kasatpolairud Polres Lingga -
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Owner (pemilik) Kapal Tugboat Sea Carrieri (TSC) diminta untuk mengganti atau memperbaiki  tiang penyangga dermaga pelabuhan Dabo yang patah saat kapal TSC dan tongkangnya tersebut menabraknya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Syahbandar Laut Unit Pelayanan Pelabuhan ( UPP ) Syahrul Wardi kepada awak media di ruang pertemuan kantor syahbadar laut. Rabu (14/ 8/2019).

" Kita akan menyurati pihak pemilik kapal tagboat melalui agennya.dan juga kita akan menyurati dan melaporkan kejadian kepada Dirjend pehubungan laut melalui Dirjend perhubungan laut Provinsi Kepri. Untuk itu langkah awal kita saat ini mengamankan tagboat beserta tongkang tersebut hingga ambang batas kesepakatan untuk melakukan perbaikan dermaga oleh pihak owner kapal tagboat. Kalau juga tidak di indahkan maka kita akan berkoordinasi ke instansi terkait lainnya guna mencari solusi perbaikan dermaga. Seperti, melakukan pelelangan kapal tugboat dan tongkang tersebut". Ujar Syahrul Wardi.
Kapal TSC dan Tongkang 


Tidak hanya itu, Syahrul juga menyampaikan bahwa keberadaan kapal TSC tersebut sudah 1 tahun di dermaga dan belum membayar biaya tambat sandar (pendapatan bukan pajak) kurang lebih sebesar Rp 13 juta.

" Keberadaan kapal sejak 16 juli 2018 lalu sudah 1 tahun. Kapal diageni oleh PT. Bahtera Bestari Shipping. Perhitungan izin tambat sandar diberlakukan per 15 hari dan ditagih saat kapal bertolak ataupun berlayar dari pelabuhan. saat ini biaya yang harus di bayar pihak owner sebesar 13 jutaan lebih. Masalah biaya ini juga sudah kita sampaikan ke pemilik melalui agennya, " terangnya.

Sedangkan terkait kronologis kejadian kapal tongkang yang menabrak tiang penyangga jembatan hingga patah, Syahrul menyampaikan bahwa kejadian bermula pada Senin malam ( 12 /8), karena kuatnya arus air laut salah satu tali sandar dari tongkang kapal putus hingga ekor tongkang menyusup ke dermaga.

" Kemudian kami upayakan evakuasi namun dikarenakan kondisi laut lagi kencang anginnya dan dalam keadaan air pasang maka menunggu air surut dulu. evakuasi baru bisa kami lakukan menjelang subuh Selasa ( 13/8 ) saat  air surut dan mengendapnya kapal tongkang ke bawah".papar syahrul.

Dari pantauan media ini, saat kejadian kapal TSC dan Tongkangnya hanya dijaga oleh 1 orang saja, sedangkan kapten kapal dan awak yang lainnya sudah lama meinggalkan kapal.

Mardian
 
Top