{[["☆","★"]]}
Waduk Sei Harapan, Sekupang - Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus menerangkan waduk Harapan, Sekupang - Batam, kondisinya tahap waspada, level air dalam waduk makin surut.
 
"Ini bisa mengakibatkan terganggunya produksi apabila air baku tidak mencukupi, dampaknya ada sekitar 18 ribu lebih pelanggan berpotensi terganggu," terangnya. Minggu, (14/04/2019)

Ia melanjutkan, level waduk Harapan saat ini berada diangka -2,3 meter diatas permukaan spillway. Batas tersebut sudah masuk dalam tahap waspada. Apabila level waduk mencapai pada angka – (minus) 2,5 meter dari permukaan spillway, IPA Sei Harapan dilakukan penggiliran produksi (rationing).

“Untuk memperpanjang umur ketersediaan air waduk Sungai Harapan, maka ATB harus melakukan penghentian produksi WTP Harapan. Kondisinya air baku yang tidak ada, tentu ATB tidak bisa berproduksi. Apabila sudah dilevel -2,5 meter, ATB akan lakukan penggiliran produksi air bersih, mau tidak mau akan dilakukan rationing," ujarnya.

Menurutnya, langkah rationing dilakukan, efeknya tentu dirasakan pelanggan. Tidak hanya kawasan industri namun berdampak pada pelanggan domestik rumah tangga. Krisis air bersih hanya tinggal menunggu waktu. Apabila daya tampung waduk terus berkurang karena pendangkalan belum teratasi.

"ATB telah memaparkan eskalasi ke pemiliki aset (BP Batam). Sejak krisis air akibat El Nino 2012 dan rationing di tahun 2015 untuk segera mengatasi pendangkalan yang terjadi. Sudah dilakukan survey pada waduk Harapan, namun BP Batam sepertinya masih melakukan koordinasi dengan pihak pusat sampai saat ini," ungkapnya.

Sementara, lanjut Maria mengatakan penyusutan level waduk terus berlanjut dan waduk Harapan akan mengalami krisis air, opsi rationing mungkin akan segera diambil. 18 ribu pelanggan baik industri, rumah tangga dan sosial akan berpotensi terdampak.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhemat menggunakan air bersih yang ada, gunakan air seperlunya bukan secukupnya. Bertoleransi menggunakan air jadi langkah penting, agar memberikan kesempatan kepada pelanggan lainnya bisa menikmati sumber air baku waduk Harapan yang memang dalam keadaan yang mengkhawatirkan," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Manager Produksi ATB, Estiyudo Listyadi mengatakan surutnya air baku di dalam waduk, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang signifikan, diantaranya sedimentasi (pendangkalan) mencapai 1 juta m3 per 2017. Kurangnya intensitas hujan yang turun, terutama di wilayah waduk.

"Sejak tiga bulan terakhir curah hujan turun hanya 136 mm, angka tersebut jauh dari intensitas normal diangka 500 mm, kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Waduk Harapan tidak lagi handal, akan berpengaruh kepada produksi air bersih, kondisi waduk Sei Harapan saat ini jelas belum pada performa terbaiknya," tutupnya.



atm
 
Top