{[["☆","★"]]}
Febrialin dan Mariaman Purba
BATAM I KEJORANEWS.COM : Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia memilih kota Batam menjadi salah satu lokasi diselenggarakannya Bekraf Young Technology Enterpreneurs (BYTE) 2019. Rabu, (17/04/2019)

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Bekraf, Mariaman Purba menjelaskan BYTE merupakan program pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang fokus pada optimalisasi strategi bisinis di era digital, dengan menargetkan sekitar 300 pengusaha milenial dari lima kota (Jember, Manado, Kupang, Batam dan Jaya Pura).

"Program ini sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, melalui fasilitas edukasi mengenai bagaimana mengembangkan usaha dari sisi desain produk, memahami konsep bisnis, melakukan foto produk serta melakukan presentasi produk yang baik, dan bagaimana menangkap peluang besar dengan memanfaatkan teknologi digital," terangnya.

Batam terpilih menjadi salah satu lokasi diselenggarakannya BYTE 2019, menurutnya karena memiliki potensi pengusaha milineal yang diharapkan muncul dari kalangan mahasiswa, selain itu sebagai kota transit para turis, Batam dapat memberikan banyak peluang bisnis baru kepada masyarakat.

Ia berharap, dengan mengikuti acara ini pengusaha milineal di Batam dapat menangkap peluang bisnis tersebut. Dengan pemahaman bagaimana melakukan bisinis yang tepat dibidang gital.

"Kita ingin menjadikan kota batam itu sebagai kota industri dibidang ekonomi kreatif, dengan mendorong mahasiswa/anak muda kita berani tampil menjadi seorang entrepreneurship, dan menghasilkan PDB dari industri ekonomi kreatif," ungkapnya.

Foto Bersama Peserta dan Pemateri di The Hills Hotel (10/4)
Ditempat yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, Febrialin menyampaikan suatu langkah positif dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, yang sudah menjadikan Batam sebagai tempat dalam rangka mendorong anak-anak muda dari kalangan mahasiswa yang diharapkan kedepan menjadi seorang enterpreneur dalam hal ini adalah pemahaman terhadap dunia digital.

"Program ini juga kuat/erat kaitannya dengan revolusi industri 4.0 (four poin zero), kita tidak bisa tutup mata dan ini harus dilalui dan dihadapi, tentunya anak-anak muda Batam harus mempersiapkan diri dalam rangka menghadapi tantangan saat ini yang sudah makin maju dan pesat pertumbuhannya." terangnya.

Menurutnya, diselenggarakannya BYTE merupakan sebuah langkah yang strategis dan baik sekali, karena di negara maju itu jumlah enterpreneurnya harus banyak dan salah satu yang mendongkrak perekonomian melalui industri ekonomi kreatif, karena mampu menyumbang PDB untuk negara.

"Secara nasional kita masih dibawah 2%, sementara negara-negara tetengga (Malaysia dan Singapura) yang sudah maju mereka rata-rata memiliki sampai 6% sampai 7% jumlah enterpreneur." Jelasnya mewakili Walikota Batam.

Terdapatnya 60 peserta yang mengikuti program ekonomi kreatif, Ia berharap kegiatan Becraf Indonesia mampu melahirkan generasi muda yang memiliki inovasi dan kreatif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam khususnya.

"Dengan mengetahui cara yang baik dan bagus bagaimana mengambil foto produk, memasarkan melalui online serta membuat wibesite yang menarik. Kedepannya tidak hanya memasarkan produk sendiri tapi mereka juga bisa membantu memasarkan produk-produk yang ada di Batam." Pungkas Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam.





Andi Pratama
 
Top