Bogdanov: Rusia dan Iran setuju pada pengiriman sistem pertahanan S-300


Bogdanov: Rusia dan Iran setuju pada pengiriman sistem pertahanan S-300

Moscow I KNC : Seorang diplomat senior Rusia mengatakan Moskow dan Teheran telah mencapai kesepakatan terkait pengiriman senjata buatan Rusia S-300 sistem pertahanan peluru kendali darat ke udara kepada Iran. 


Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita RIA Novosti Rusia pada Rabu(19/8/15). 


Ia mengatakan bahwa itu adalah kesepakatan yang telah dilakukan, sementara hanya beberapa masalah teknis yang tersisa harus diklarifikasi.

 "Itulah sesuatu yang berlaku sekarang, topik ini ditutup. Kami telah mencapai pemahaman penuh tentang masalah ini bersama-sama dengan mitra Iran kami."

Pertanyaan terpenting  telah diselesaikan. Sisanya hanya rincian teknis, "kata Bogdanov.Pada hari Selasa, dari sebuah sumber informasi, yang namanya tidak dirilis, mengatakan kepada kantor berita Interfax Rusia bahwa Moskow dan Teheran akan menandatangani kontrak baru pada hal itu,  dan menambahkan bahwa "sistem pertahanan udara akan menjadi jenis yang lebih modern."

Komentar itu muncul beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Hossein Dehqan mengumumkan, bahwa delegasi pejabat Iran ditetapkan untuk melakukan perjalanan ke ibukota Rusia Moskow pekan depan untuk menandatangani kontrak baru pada sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia. 

Pada tanggal 13 April, Presiden Rusia Putin menandatangani keputusan presiden, membuka jalan bagi pengiriman yang telah lama ditunggu yakni sistem pertahanan rudal untuk Republik Islam. 

Keputusan untuk memberikan sistem rudal datang setelah Iran dan P5 + 1 kelompok negara - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Cina dan Rusia ditambah Jerman - mencapai saling pengertian tentang program nuklir Teheran di kota Swiss Lausanne pada tanggal 2 April. 

Moskow telah melarang pengiriman S-300 sistem ke Teheran pada tahun 2010 dengan dalih bahwa perjanjian itu ditandatangani dengan Iran pada tahun 2007 dan ditutupi oleh putaran keempat sanksi Dewan Keamanan PBB yang melarang penjualan senjata hi-tech untuk Republik Islam

Sumber: Press TV
Editor   : Borys HR
Lebih baru Lebih lama