![]() |
| Wali Kota, H. Sudarsono saat Melantik Para Pejabat |
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendorong percepatan program pembangunan daerah.
Sejumlah jabatan strategis yang dilantik di antaranya Direktur Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kota Banjar, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Banjar, Kepala Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah Kota Banjar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Banjar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Banjar. Pelantikan tersebut diharapkan mampu mengisi kebutuhan kepemimpinan OPD agar roda pemerintahan berjalan lebih optimal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar H. Sudarsono menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik harus segera bekerja dan beradaptasi dengan tugas yang diemban. Ia berharap percepatan pengambilan keputusan dapat dilakukan demi merealisasikan program-program yang telah disepakati bersama.
“Harapan saya ke depan, dengan pejabat yang baru, mudah-mudahan program-program yang sudah kita sepakati bersama bisa lebih cepat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaannya,” ujar Sudarsono.
Terkait waktu pelantikan yang berlangsung di awal tahun 2026, Sudarsono menjelaskan bahwa proses tersebut menyesuaikan dengan keluarnya persetujuan teknis (pertek) dari pemerintah pusat. Menurutnya, keputusan baru diterima pada hari Jumat sehingga pelantikan tidak memungkinkan dilakukan pada hari yang sama.
“Perteknya baru keluar hari Jumat. Kalau kita paksakan sore hari, kasihan. Maka pelantikannya kita undur. Sekarang semua OPD yang sebelumnya kosong sudah terisi, tinggal Asisten Daerah II yang masih kosong,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan terisinya jabatan-jabatan strategis tersebut, koordinasi antar perangkat daerah diharapkan semakin solid dan tidak lagi terkendala oleh kekosongan pimpinan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menekankan tantangan besar yang dihadapi Pemerintah Kota Banjar, terutama terkait keterbatasan anggaran daerah. Kondisi APBD, kata dia, menuntut pejabat yang dilantik untuk bekerja lebih kreatif dan proaktif.
“Dengan kondisi APBD yang kita sama-sama tahu, mereka minimal harus bisa ‘lari’ mencari anggaran ke pusat maupun ke provinsi,” tegasnya.
Sudarsono juga berharap para pejabat Eselon II yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja nyata, inovatif, serta berorientasi pada pelayanan publik. Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan tetap berpegang pada prinsip akuntabilitas dan kepentingan masyarakat Kota Banjar.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Banjar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjawab tantangan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.
ASEP

Posting Komentar